×
Ad

Kisah Prosesor 7 GHz Intel, Gagal karena Panas dan Boros Daya

Anggoro Suryo - detikInet
Selasa, 20 Jan 2026 11:20 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta -

Pada awal 2000-an, Intel sempat memiliki ambisi besar untuk mendorong kecepatan prosesor desktop ke level ekstrem. Strategi ini dikenal sebagai "GHz race", era ketika kecepatan prosesor menjadi tolok ukur utama performa CPU sekaligus alat pemasaran paling ampuh.

Berbekal arsitektur NetBurst yang digunakan pada Pentium 4, Intel merancang penerus ambisius dengan nama kode Tejas. Untuk segmen server, Intel menyiapkan varian Jayhawk yang diposisikan sebagai penerus Xeon, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (19/1/2026).

Intel pertama kali memaparkan desain Tejas pada awal 2003 dengan target yang terbilang sangat agresif. Prosesor ini diproyeksikan meluncur dengan kecepatan awal 7 GHz atau lebih. Saat itu, prosesor mainstream baru saja menembus angka 3 GHz, sehingga target tersebut menarik perhatian besar dari pengamat industri dan penggemar PC.

Namun, ambisi tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Peluncuran Tejas yang semula dijadwalkan pada 2004 mundur ke 2005. Pengujian internal terhadap sampel awal justru memperlihatkan masalah serius pada konsumsi daya dan panas.

Sampel Tejas berbasis proses fabrikasi 90 nm dengan soket LGA 775 dilaporkan memiliki TDP mencapai 150 watt pada kecepatan 2,8 GHz. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Pentium 4 Prescott 90 nm di frekuensi serupa yang berada di kisaran 84 watt.

Sebagai perbandingan, beberapa tahun kemudian Intel merilis Core 2 Duo berbasis 65 nm dengan TDP sekitar 65 watt pada kecepatan hingga 3 GHz. Perbedaan ini menegaskan bahwa desain NetBurst semakin sulit dikembangkan tanpa mengorbankan efisiensi daya dan suhu operasional.

Masalah kepadatan panas dan kebutuhan daya yang terus meningkat membuat Tejas tidak lagi realistis untuk pasar desktop maupun server. Pada Mei 2004, Intel akhirnya membatalkan pengembangan Tejas dan Jayhawk secara resmi, sekaligus mengakhiri masa depan arsitektur NetBurst.

Setelah itu, Intel mengubah arah strategi dengan berfokus pada efisiensi daya dan kinerja per watt. Perusahaan beralih mengembangkan prosesor berbasis arsitektur turunan desain mobile, yang kemudian melahirkan lini Core dan menjadi fondasi CPU Intel modern hingga saat ini.



Simak Video "Intel Beri Garansi Tambahan untuk Prosesor yang Bermasalah"

(asj/asj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork