×
Ad

Samsung Galaxy Z TriFold Belum Masuk Indonesia, Ini Alasannya

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 19 Des 2025 20:22 WIB
Samsung Galaxy Z TriFold belum masuk Indonesia, ini alasannya (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET)
Jakarta -

Samsung memastikan belum memiliki rencana untuk membawa Galaxy Z TriFold ke Indonesia dalam waktu dekat. Meski perangkat lipat tiga terbaru Samsung ini menuai respons positif dari pengguna dan komunitas teknologi Tanah Air, perusahaan masih memilih bersikap hati-hati sebelum memutuskan peluncuran resmi di Indonesia.

Galaxy Z TriFold sendiri baru diperkenalkan secara global pada awal Desember 2025. Penjualan perdananya dimulai di Korea Selatan pada 12 Desember 2025, lalu menyusul sejumlah negara lain seperti China, Taiwan, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Namun, Indonesia belum masuk dalam daftar pasar awal.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa Samsung saat ini masih memantau respons pasar global sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

"Samsung Galaxy Z Tri-Fold untuk saat ini memang belum masuk ke Indonesia. Kami masih melihat respons pasar, khususnya dari konsumen terhadap peluncurannya secara global. Jadi untuk sekarang memang belum ada rencana membawa perangkat ini ke Indonesia," ujar Ilham saat media handson di Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Pria berkacamata ini bahkan mengungkap Samsung belum merencanakan peluncuran Galaxy Z TriFold untuk paruh pertama 2026 di Indonesia, baik kuartal pertama maupun kedua.

Salah satu alasannya, TriFold merupakan kategori baru di lini smartphone lipat Samsung. Berbeda dengan Galaxy Z Fold dan Z Flip yang sudah lebih matang, form factor lipat tiga membutuhkan pendekatan pasar dan kesiapan produksi yang lebih kompleks.

Samsung Galaxy Z TriFold Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Selain pertimbangan pasar, faktor regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi salah satu alasan utama Galaxy Z Tri-Fold belum masuk Indonesia. Ilham menegaskan bahwa memenuhi TKDN berarti Samsung harus melakukan investasi tambahan, terutama karena Tri-Fold merupakan form factor baru.

"Kalau masuk Indonesia, tentu harus mengikuti regulasi TKDN. Itu artinya ada investasi lagi. Karena ini form factor baru, kami harus memastikan produksinya matang dan tidak mengecewakan konsumen," jelasnya.




(afr/fay)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork