80% Pasar Printer Indonesia Ada di Kelas Bawah
- detikInet
Jakarta -
Dari seluruh segmen pasar printer tanah air, printer low-end alias kelas bawah ternyata masih menguasai. Dimana 80 persen pangsa pasar printer berada di segmen ini.Hal itu diungkapkan Maya S. Saputro, sales marketing manager PT Epson Indonesia kepada detikINET di sela peluncuran produk Epson di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (10/7/2007).Printer kelas bawah tersebut, sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan konsumen rumahan yang tentunya sangat mempertimbangkan harga jual printer yang murah dengan masih berharap kualitas terjamin."Meski demikian Epson tidak ingin dikatakan hanya fokus menyiapkan produk printer di kelas low-end, tetapi justru kami dikenal untuk produk foto printer," ujarnya.Untuk memenuhi kebutuhan di segmen printer low-end yang masih sangat besar ini, Epson meluncurkan dua printer terbaru mereka yaitu Epson Stylus C90 dan CX5500.C90 ditawarkan dengan harga US$ 55 ($1 = Rp 8999, sumber: detikcom) dan berjenis printer single function, sedangkan CX5500 yang bertipe multifunction printer dibanderol seharga US$ 90. "Target (Epson) untuk tahun 2007 ini untuk printer low-end kurang lebih sekitar 150.000 unit, untuk periode April sampai Juni kita sudah menjual kurang lebih 10.000 unit," imbuh Maya.Resolusi yang dihadirkan pada printer terbarunya pun diklaim sebagai yang paling tinggi di kelasnya dengan 5760 dpi. Tujuannya, agar kualitas cetakan layaknya hasil foto karena printer dengan resolusi seperti ini bisa mencetak dengan menggunakan kertas foto.Di tempat yang sama, Epson juga merilis beberapa produk baru lainnya seperti printer stylus pfoto 1390 profesional dan jajaran produk proyektor lewat seri EMP-83, EMP- 822, EMP-1810, EMP-1815 serta Dreamio EMP-TW1000 yang diklaim sebagai proyektor konsumer pertama di dunia dengan kemampuan high definition multimedia interface (HDMI) 1.3 input interface.
(ash/ash)