(lni/wsh)
Screensaver Alzheimer Raih Penghargaan
- detikInet
Jakarta -
Sebuah screensaver online dan jaringan pertemanan khusus bagi penderita Alzheimer dinyatakan memenangkan penghargaan desain software yang diadakan oleh Microsoft.Perangkat berlabel 'Memories are made of this' tersebut didesain oleh Said Dajani, yang berprofesi sebagai manajer situs komunitas Alzheimer.Perangkat unik tersebut terdiri dari screensaver yang dapat digunakan oleh pengguna sebagai pengingat, upload tulisan, gambar dan klip video.Alat buatan Dajani ini dinyatakan memenangkan kompetisi tahunan DesignIT bagi para desainer software yang diadakan oleh Microsoft. Dalam kompetisi ini, para profesional diundang untuk menyerahkan rencana sistem komputer mereka yang menunjukkan kreativitas yang mampu menangani permasalahan sosial.Atas kemenangan perangkat tersebut, para teknisi Microsoft akan segera merealisasikan rancangan Dajani agar segera dapat diimplementasikan. Dajani mengungkap, ide di balik pembuatan konsep tersebut adalah untuk membantu para penderita Alzheimer dan kepikunan untuk mengingat hal-hal penting mengenai hidup mereka.Ia memperkirakan menjelang 2025 nanti, akan ada sekitar 1 juta orang yang mengidap kepikunan yang akhirnya akan berimbas pada dirinya dan keluarganya.Untuk diketahui, penyakit Alzheimer biasanya diawali penyakit kepikunan. Penyakit tersebut menyebabkan perubahan susunan kimia dan struktur otak yang dapat berakibat pada kematian sel otak.Screensaver Dajani merupakan sejenis album kliping maya dimana penderita Alzheimer dan penyandang kepikunan dapat bekerja sama untuk melakukan upload gambar, video dan tulisan."Kami menemukan bahwa album kliping offline merupakan hal menguntungkan bagi keduanya dan kami ingin mengembangkannya kedalam dunia digital. Hal tersebut akan membawa pemainnya berhubungan dengan ingatan mereka," ungkap Dajani seperti dikutip detikINET dari BBC News, Rabu (30/5/2007).Sementara itu, bagan kedua dari skema yang diajukan Dajani adalah jaringan pertemanan bagi penyandang kepikunan."Di sana jelas membutuhkan untuk aktivitas saling berbagi, dengan jaringan yang aman sehingga penyandang pikun dapat saling berbicara dengan penderita lain," tutur Dajani.Menurut rencana Dajani, penyandang kepikunan tidak akan dipersulit dengan prosedur log-in yang membingungkan. Mengingat penyakit yang diderita, mereka cukup dimudahkan untuk berbincang dengan anggota lain dalam jaringan yang online pada saat yang sama.
(lni/wsh)
(lni/wsh)