Komunitas Minta Ballmer Buka Kode Windows
- detikInet
Jakarta -
Sebuah kampanye online mengajak CEO Microsoft, Steve Ballmer, untuk membuka kode Microsoft Windows. Paling tidak, Ballmer diminta membuktikan omongannya soal Linux. Kampanye itu digelar beberapa aktivis Open Source lewat situs Show Us The Code. Kampanye dilakukan karena Ballmer dianggap sudah lebih dari satu kali mengatakan bahwa ada kode penyusun Linux yang melanggar hak atas kekayaan intelektual milik Microsoft. Situs itu menampilkan sebuah surat terbuka untuk Ballmer. "Permintaan (kami) sederhana, karena Anda, Microsoft, yakin dengan pernyataan itu: Show us the code! (tunjukkan pada kami kodenya-red)," demikian dikutip detikINET pada Senin (26/2/2007). Jika Ballmer dan Microsoft mau menunjukkan kode yang dimaksud, pengembang Linux diyakini akan dengan senang hati menanggalkan kode tersebut dari Linux dan menggantinya dengan kode yang 'merdeka'. "Kami (komunitas Linux-red) tidak mau tuntutan hukum. Kami tidak mau kode yang tidak merdeka," lanjut surat tersebut. Selain permintaan pada Ballmer, situs itu juga mengajukan permintaan pada pemuka Open Source untuk membuat pernyataan serupa kepada Microsoft. Beberapa nama yang disebut termasuk Richard Stallman (penyusun GNU dan GNU Public LIcense), Linus Torvalds (pembuat kernel Linux), Larry Page dan Sergey Brin (pendiri Google), Dr. Eric Schmidt (CEO Google), serta Mark Shuttleworth (investor di balik Ubuntu Linux). Orang-orang yang disebut di atas, dan pihak lain yang ingin membuat pernyataan serupa, diharapkan bisa melakukannya sebelum 1 Mei 2007. Tenggat serupa diberikan pada Ballmer dan Microsoft. "Jika Anda (Ballmer-red) atau Microsoft tidak memberi respons hingga tanggal yang disebutkan, semua yang mendukung pernyataan ini akan menganggap ancaman dan klaim Anda sebagai bohong belaka dan berniat buruk," tandas pernyataan tersebut.Pernyataan Ballmer yang dianggap bermasalah terjadi dalam sesi tanya-jawab seusai ia menyampaikan pidato di sebuah konferensi di Seattle, Amerika Serikat. Ballmer konon menyebutkan bahwa salah satu landasan perjanjian antara Novell dan Microsoft adalah karena Linux menggunakan hak intelektual Microsoft.
(wsh/wsh)