Rilis Acrobat 8
2007, Adobe Targetkan 70 % Pertumbuhan
- detikInet
Jakarta -
Dengan meluncurnya Acrobat 8, Adobe Systems Incorporated menargetkan meraih 70 persen pertumbuhan penjualan terhadap semua produknya di Indonesia. "Jika melihat pertumbuhan tiap tahunnya di Indonesia, kami (Adobe-red) menargetkan meraih 70 persen pertumbuhan penjualan," ujar Raymond Lee, Regional Director South East Asia Adobe Systems, saat peluncuran Acrobat Reader 8 di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (18/1/2007).Raymond menjelaskan, dari 70 persen pertumbuhan penjualan yang diprediksikan, 50 persen diantaranya akan didapat dari sektor perusahaan komersial yang bersifat memberikan pelayanan jasa atau barang kepada publik, seperti institusi finansial dan telekomunikasi. Pasalnya, kedua sektor ini yang dinilai akan berkembang pesat di Indonesia saat ini.Dalam menghadapi maraknya pembajakan software di Indonesia Adobe menggandeng Business Software Alliance (BSA) untuk menindak institusi yang menggunakan produk mereka demi kepentingan komersial.Ini dianggap Raymond sebagai cara yang cukup ampuh selain memberikan edukasi terhadap calon konsumen untuk mengurangi pembajakan terhadap produk Adobe di Indonesia. Buktinya, tiap tahunnya penurunan produk bajakan Adobe bisa mencapai 0,5 sampai 1 point di Indonesia."Saya yakin pembajakan tidak akan bisa dihilangkan sampai habis, tidak hanya di Indonesia di negara lain juga banyak. Tetapi kita hanya berusaha untuk memeranginya," tambah Raymond. Rilis Adobe Acrobat 8Dengan dirilisnya Acrobat 8, Adobe juga mengklaim sebagai pelopor dokumen elektronik generasi mendatang dengan piranti lunak terbaru ini. Produk ini dijanjikan akan memberikan lebih dari sekedar PDF sederhana dan memberikan kebebasan bagi pengguna untuk berkomunikasi dan berkolaborasi.Berbeda dengan produk Acrobat terdahulu, untuk Acrobat 8 dilengkapi Adobe Licence Manage (ALM) yang merupakan cara aktivasi secara online yang harus dilakukan pengguna. Hal ini dibuat sebagai salah satu cara Adobe agar produk terbaru mereka sulit untuk dibajak.Namun, bagi mereka yang tidak terkoneksi internet tidak perlu khawatir untuk aktivasi Acrobat 8, karena mereka juga bisa mengaktivasi produk ini melalui bagian customer support via telepon.Di Indonesia, Acrobat Profesional 8 dijual seharga US$ 459 ($ 1 = Rp 9208, sumber: detikcom) dan untuk pengguna Acrobat versi sebelumnya biaya upgrade dikenai US$ 162. Sedangkan versi standar tersedia dengan harga US$ 306 dan untuk meng-upgrade pengguna harus membayar US$101.
(ash/wsh)