Gates Inginkan Windows Ada di Laptop US$ 100
- detikInet
Jakarta -
Bill Gates menginginkan sistem operasi Windows-nya ada di laptop One Laptop per Child (OLPC) garapan Nicholas Negroponte. Padahal sebelumnya Gates pernah mengejek proyek laptop murah itu.Menurut Profesor Nicholas Negroponte, ketua proyek organisasi nirlaba One Laptop per Child (OLPC), Gates memang sudah bertatap muka dengannya untuk membicarakan hal itu. Bahkan Windows sudah memasuki tahap pengujian di laptop OLPC. Demikian dipaparkan Negroponte di konferensi NetEvents yang digelar di Hong Kong."Kami sudah berdiskusi, kami bertemu head-to-head dan membicarakan proyek ini," tutur Negroponte seperti dikutip detikINET dari vnunet, Kamis (7/12/2006).Untuk diketahui saja, sistem operasi yang dipakai di laptop murah itu adalah Linux. Dan Gates pernah mengomentari proyek OLPC dalam Microsoft Government Leaders Forum, di Washington D.C, Amerika Serikat. Saat itu Gates mengkritik laptop tersebut karena tak dilengkapi hardisk dan memiliki layar sangat kecil. Namun sepertinya Gates berubah pikiran."Kami menyediakan satu SD slot di laptop US$ 100 itu untuk Gates. Saat ini ada sistem operasi Windows di laptop OLPC," tutur Negroponte lagi.SD slot itu sendiri memungkinkan pengguna menambahkan kapasitas penyimpanan tambahan ke laptop. Dijelaskan lagi, butuh memory tambahan untuk Windows agar bisa beroperasi di laptop uji coba OLPC XO karena laptop tersebut hanya memiliki Flash memory built-in 512Mb.Lebih lanjut mengenai uji coba Windows di laptop US$ 100, system requirement yang dibutuhkan untuk Windows XP minimal memiliki space penyimpanan 1.5Gb, baik untuk Windows XP Home maupun Starter Edition.Pengujian Windows di laptop OLPC menandakan perubahan strategi proyek OLPC. Awalnya proyek ini dirancang untuk mengoperasikan aplikasi berbasis open source termasuk Fedora Linux milik Red Hat.Sekedar mengingatkan, OLPC merupakan proyek laptop murah yang tengah digarap Nicholas Negroponte, profesor dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Laptop tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah di negara-negara berkembang sebagai tool pendidikan. Proyek ini digagas agar masyarakat di negara miskin tidak ketinggalan teknologi.Proyek tersebut pertama kali diumumkan oleh Negroponte Januari 2005. Saat itu, harga laptop tersebut direncanakan akan dipatok US$ 100. Sejak itulah proyek OLPC itu disebut juga dengan 'laptop US$ 100'.
(dwn/dwn)