Video Game Untuk Terapi Manula
- detikInet
Baltimore -
Siapa bilang game hanya cocok digunakan untuk remaja dan anak-anak? Manula pun senang dengan game. Buktinya adalah seorang nenek di Australia yang menjadi jawara dalam turmamen Nintendo.Belum lagi game Brain Age yang sukses di Jepang meski hanya mengincar para gamer manula. Masyarakat Jepang sendiri memiliki persentase manula yang berumur lebih dari 65 tahun sebesar 20 persen.Game malahan diyakini sangat ampuh sebagai sarana terapi bagi para manula, terutama munculnya konsol generasi baru dari Nintendo, yaitu Wii. Wii dipercaya mampu digunakan untuk mengolah tubuh dalam arti yang sebenarnya serta sebagai alat penguji fisik para manula.Adalah Mihai Nadin, seorang pakar grafik komputer dan profesor University of Texas di Dallas, yang menjadi bagian dari perjalanan game untuk mengembangkan kemampuan kognitif, anticipatory serta kemampuan fisik para manula.Tugas Mihai yang berumur 68 tahun, adalah mendesain game serta lingkungan terapi yang cocok bagi para manula melalui proyek Seneludens senilai US$ 13 juta (US$ 1 = Rp 9.196 Sumber:detik.com) di University of Texas."Yang saya lakukan bukan tentang masalah pemasaran, tetapi sebuah tanggung jawab sosial," ujar Nadin dalam presentasinya pada Games for Health Conference di Baltimore.Seneludens sendiri difokuskan untuk mendesain game dan lingkungan terapis dengan tujuan untuk meningkatkan rangsangan selama terjadinya proses penuaan.Dalam dua tahun, Seneludens berhasil mengumpulkan berbagai data terkait aktifitas sensor, termasuk pergerakan mata, pernapasan serta irama jantung yang dipicu aktifitas tubuh serta sekresi ludah yang digunakan sebagai informasi untuk menciptakan game baru yang sesuai dengan kondisi para manula. Nadin sendiri berencana untuk membuat game tentang golf virtual, renang serta tinju. Saat ini, sekitar 120 rumah sakit di Jepang, menggunakan game sebagai alat terapi fisik. Demikian dikutip detikINET dari ChannelNewsAsia, Jumat (6/10/2006).(oyd)
(oktoria/oktoria)