Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pemerintah Munich Mulai Enyahkan Windows dari PC-nya

Pemerintah Munich Mulai Enyahkan Windows dari PC-nya


- detikInet

Munich - Pemerintah kota Munich, yang merupakan kota ketiga terbesar di Jerman, perlahan mulai mengenyahkan sistem operasi Windows dari komputer desktopnya dan beralih ke sistem operasi open source.Mulai pekan lalu, sekitar 14.000 PC (komputer) di pemerintahan Munich sudah beralih dari Windows dan Office, ke sistem operasi Linux dan aplikasi OpenOffice.Peralihan ini dilakukan setahun setelah Munich berencana beralih ke open source, dan hampir 3 tahun sejak Munich mengumumkan akan beralih ke open source."Memang ada beberapa keterlambatan, namun sekarang peralihan akan dilakukan secara konstan," ujar Manajer Linux Project untuk kota Munich, Florian Schiessl.Menurut Schiessl, Munich masih akan tetap bekerja dengan dua sistem operasi yakni Windows dan Linux. "Namun dalam 2 tahun mendatang, kami akan lebih banyak memakai Linux dan mengurangi pemakaian Windows," katanya.Meski begitu, Schiessl mengatakan migrasi full ke Linux tidak realistis. Menurutnya, beberapa produk hardware dan software di administrasi publik akan tetap membutuhkan Windows, terlebih bidang desktop publishing.Seperti dilansir techworld dan dikutip detikINET, Rabu (27/09/2006), menjelang akhir tahun ini, pemerintah Munich juga berencana memigrasikan 200 komputernya ke lingkungan desktop open source. "Sebagian besar dari komputer tersebut akan digunakan untuk kebutuhan perkantoran yang sederhana," papar Schiessl.Konfigurasi yang dipilih adalah yang berbasis Distro Linux Debian GNU/Linux 3.1, dengan KDE 3.5 sebagai antarmuka dan OpenOffice 2 sebagai aplikasi perkantorannya.Targetkan 80% Desktop Pakai LinuxUntuk migrasi tersebut, Schiessl mengatakan timnya telah membuat petunjuk (guideline) untuk membantu mengatasi permasalahan perubahan format."Dengan OpenOffice, kami tidak mendapatkan masalah dalam membuka dan membaca format Microsoft. Begitu juga dengan banyak dokumen sederhana, kami juga tidak menemukan masalah pemrosesan. Namun pada beberapa kasus, mungkin terjadi kerusakan format, dan beberapa dokumen perlu diperlakukan secara khusus untuk menghindari permasalahan perubahan format," jelasnya.Dituturkan Schiessl, masalah perubahan format merupakan salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi, termasuk bagaimana peralihan beberapa administrasi publik pada departemen yang lebih besar dengan proses yang lebih rumit."Namun kami yakin bisa mengatasi hal itu. Kami menargetkan, 80% dari semua sistem desktop sudah memakai Linux pada akhir tahun 2008," tandas Schiessl.(dwn) (dewidya/dewidya)





Hide Ads