Bos Ubuntu Ingin Taklukkan Microsoft
- detikInet
Jakarta -
Sukses 'menaklukkan' angkasa, Mark Shuttleworth -- founder sekaligus Chairman distro sistem operasi Linux Debian Ubuntu -- kini berniat menaklukkan Microsoft.Shuttleworth berencana menaklukkan software proprietary Microsoft, dengan mempelopori penggunaan software gratisan open source di Afrika. Tujuannya untuk memasyarakatkan open source di Afrika, dimana hanya sebagian penduduknya yang melek komputer."Pada akhirnya, open source merupakan platform masa depan," ujar Shuttleworth kepada Reuters, dan dikutip detikINET, Senin (11/09/2006).Shuttleworth juga berharap agar jutaan penduduk di Afrika khususnya dan negara berkembang lain pada umumnya bisa mengakses Internet dengan mudah. "Open source merupakan salah satu gelombang dahsyat yang mampu mengambil alih segalanya, seperti halnya Internet," tukas Shuttleworth lagi.Shuttleworth juga berencana mempromosikan Ubuntu, Linux gratis. Ubuntu, masih menurut Shuttleworth, nantinya akan dirancang lebih sederhana sehingga lebih mudah dipakai ketimbang sistem operasi lain.Shuttleworth berharap semakin banyak pihak yang beralih ke open source, mengingat pemerintah Brasil, Cina, Spanyol, India dan Malaysia juga sudah memakai sistem operasi berbasis Linux.Open source, menurut Shuttleworth, bisa memangkas cost yang dikeluarkan baik di kalangan pendidikan, pusat komunitas dan rumahan di Afrika. Open source juga bisa memangkas biaya teknologi yang harus dikeluarkan perusahaan di Afrika."Karena open source gratis, pengetahuan bisa disebarkan lebih cepat. Dengan open source, jika seorang anak belajar memakai program di sekolah, dia bisa memakai dan men-download software tersebut kapan saja dimana saja," tandas Shuttleworth.Sekilas Tentang Mark ShuttleworthShuttleworth merupakan salah satu pengusaha sukses di era millenium baru. Dirinya sudah menunjukkan bakat kesuksesan sejak tahun terakhir masa kuliahnya di Universitas Cape Town (UCT), 1995. Kala itu, dia mendirikan perusahaan konsultan bisnis internet yang berfokus pada sektor keamanan untuk transaksi elektronik, yakni Thawte Consulting. Usahanya lalu dipinang badan otoritas transaksi internet terkemuka di AS, yakni VeriSign pada 1999.Pria yang lahir pada 18 September 1973 di Welkom, Afrika Selatan ini juga pernah 'membuang-buang' uang US$ 20 juta pada 2002 lalu, hanya untuk jalan-jalan ke luar angkasa bersama pesawat ulang-alik Rusia, Soyuz spacecraft.Selepas di Thawte, masih di tahun 1999, Mark membentuk tim untuk proyek barunya, Here Be Dragons (HBD). Proyek ini bertujuan mendanai perusahaan teknologi berbasis di Afsel, yang berpotensi untuk bersaing dengan pasar global. HBD sendiri berinvestasi ke berbagai sektor seperti software, farmasi, elektronik, bahkan telekomunikasi bergerak.Selain itu, dia juga mendirikan organisasi nirlaba yang mendukung inovasi demi perbaikan pendidikan di Afrika, yakni The Shuttleworth Foundation. Dia juga mendanai organisasi internasional Bridges.org demi menumpas kesenjangan digital di Afrika dan negara berkembang lainnya. Mark juga aktif dalam kampanye Go Open Source. (dwn)
(dewidya/)