Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Komisi Pemilihan Umum India Beralih Ke OpenOffice

Komisi Pemilihan Umum India Beralih Ke OpenOffice


- detikInet

Kolkata - Mulai 1 September 2006, setiap kantor Komisi Pemilihan Umum India akan memiliki komputer yang menjalankan aplikasi perkantoran OpenOffice dan Mozilla atau Opera sebagai browser-nya. Kepala pemilihan Debashis Sen mengatakan, faktor biaya merupakan pertimbangan penting dalam keputusan tersebut."Dalam rapat pada 7 dan 8 Agustus, kami telah memutuskan untuk mengganti aplikasi Office dari Microsoft dengan OpenOffice. Salah satu alasannya adalah biaya," kata Sen, seperti dikutip detikINET, Senin (21/8/2006), Financial Express.com.Komisi Pemilihan Umum di India adalah instansi pemerintah terbesar yang mengadopsi software open source. Di kawasan Bengali barat saja, Komisi Pemilihan Umum memiliki 100 komputer yang tersebar di 65 sub divisi. Peralihan aplikasi ini disinyalir mengakibatkan berkurangnya pendapatan Microsoft. Aplikasi Microsoft Office berbandrol 15.000 Rupee (1 Rupee = Rp 193.923. Sumber: xe.com) per lisensi. Dan biasanya Microsoft memberi potongan harga 10% bagi instansi pemerintah. Namun, tidak semua produk Microsoft dihapuskan dari komputer-komputer di Komisi Pemilihan Umum India. "Saat ini kami masih memakai sistem operasi Microsoft Windows dan aplikasi database Oracle," kata Sen. "Dalam rencana jangka panjang, kami merasa perlu memakai aplikasi-aplikasi non-proprietary jika memang memungkinkan. Jadi pemakaian Windows kemungkinan masih akan dilanjutkan untuk nantinya diganti dengan sistem operasi open source seperti Linux," paparnya. (nks) (ketepi/)





Hide Ads