Pasca Laptop Meledak
Sony Bantu Biaya Penarikan Baterai Laptop Dell
- detikInet
Jakarta -
Sony Energy Devices Corp. mengatakan bersedia membantu menanggung biaya penarikan baterai laptop Dell. Dell memutuskan untuk menarik jutaan baterai laptop, pasca meledaknya laptop Dell yang marak terjadi belakangan.Seperti diberitakan sebelumnya, Dell akan menarik sekitar 4,1 juta baterai laptopnya, terkait isu overheat dan baterai terbakar.Baterai yang ditarik adalah baterai yang dibuat Sony Energy Devices Corp. Jepang. Baterai tersebut termasuk yang dipakai di laptop Latitude, Inspiron, Precision dan XPS.Terkait hal ini, salah seorang juru bicara Sony mengatakan bersedia membantu menanggung biaya penarikannya. "Kami mendukung Dell dalam banyak hal perihal penarikan baterai ini, dan membantu menanggung biaya adalah salah satunya," kata juru bicara Sony Rick Clancy.Seberapa besar bantuan biaya yang diberikan? Sony tak bersedia membeberkannya. Menurut perkiraan beberapa analis, Sony diperkirakan bakal rugi lebih dari US$ 225 juta atau sekitar Rp 2 triliun (US$ 1 = Rp 9.093 Sumber: detikcom), untuk mengganti biaya tersebut.Detil Kerusakan BateraiMenurut Clancy, kerusakan disebabkan adanya short circuit saat partikel logam yang sangat kecil menerobos 'tembok' sel lithium ion dan terhubung ke anoda baterai."Kami mencoba mengeliminasi faktor tersebut di proses manufaktur, tapi mengeliminasinya 100% sangat sulit. Biasanya short circuit akan menyebabkan power baterai turun sehingga baterai akan mati. Namun di saat lain hal ini bisa menimbulkan insiden, termasuk mengeluarkan api," tutur Clancy.Short circuit, masih menurut Clancy, bergantung pada disain masing-masing PC (komputer). Semisal apakah sel baterai disusun paralel atau tegaklurus.Risiko Terbakarnya KecilClancy menegaskan, partikel apapun bisa menimbulkan short circuit. "Meski begitu, jumlah short circuit-nya sangat rendah," tandasnya seperti detikINET kutip dari PC World, Rabu (16/08/2006).Hal ini karena semua disain disesuaikan dengan standar Six Sigma, yaitu standar kualitas teknis yang menjamin sebuah proses tidak menghasilkan lebih dari 3,4 defects per million opportunities."Sebaiknya Dell tidak perlu terlalu khawatir. Tingkat insiden ini sangat sangat rendah," tegas Ted Schadler, Vice President for Consumer Electronics Research di Forrester Research.Sementara itu Director of Research di Current Analysis Samir Bhavnani menilai, akibat ditariknya jutaan baterai ini, konsumen bisa tak lagi percaya pada Dell. "Kehilangan kepercayaan konsumen adalah hal buruk yang mungkin akan menimpa Dell," ujarnya. (dwn)
(dewidya/)