Pesanan Laptop US$ 100 Capai 4 Juta Unit
- detikInet
Jakarta -
Sebanyak 4 juta laptop murah One Laptop Per Child (OLPC) seharga US$ 100 telah dipesan oleh empat negara berkembang. Masing-masing memesan satu juta laptop. Demikian juru bicara proyek OLPC mengklaim. OLPC sendiri merupakan proyek laptop murah yang tengah digarap Nicholas Negroponte, profesor dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Lebih lanjut, juru bicara tersebut mengungkapkan ada empat negara yang sudah memesan laptop murah itu. Mereka adalah Nigeria, Brasil, Argentina, dan Thailand. Masing-masing berencana membeli satu juta laptop berbasis Linux itu.Sekedar informasi, proyek laptop murah yang jika dikonversi berkisar pada Rp 1 juta itu, sedang dikembangkan oleh MIT dengan dukungan Google. Perangkat untuk anak-anak di daerah tertinggal ini tidak akan dilengkapi hardisk.Laptop tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah di negara-negara berkembang. Spesifikasinya antara lain prosesor AMD 500 MHz, sistem operasi Linux, konektivitas nirkabel secara peer-to-peer (P2P), monitor 7-inch yang dapat dibaca di bawah sinar matahari, memori (RAM) sebesar 128 MB, dan tampungan kapasitas data berupa flash card sebesar 500MB. Laptop ini juga dilengkapi engkol tangan sebagai pembangkit listrik. Meski demikian, laptop ini telah dilengkapi dengan jaringan WiFi. Untuk menghemat energi, spesifikasi teknisnya dirancang khusus agar cukup dengan hanya mengkonsumsi listrik 2 watt, 10 kali lebih kecil dibanding laptop kebanyakan.Perangkat itu juga bisa dilipat secara lebih fleksibel dibandingkan laptop pada umumnya. Laptop itu juga dipersenjatai dengan casing dari karet. Tujuannya agar perangkat tersebut tahan banting.MIT sendiri disinyalir berencana mengapalkan unit laptop ini menjelang akhir 2006 atau awal 2007. Produksi laptop akan dimulai jika sudah ada yang memesan 5-10 juta laptop dan dibayar dimuka. Demikian dilansir detikINET dari pocket-link, Rabu (02/08/2006). (dwn)
(dewidya/)