HP-nya Disebut Rentan Serangan, Xiaomi: Tidak Dijual Resmi di Indonesia

HP-nya Disebut Rentan Serangan, Xiaomi: Tidak Dijual Resmi di Indonesia

ADVERTISEMENT

HP-nya Disebut Rentan Serangan, Xiaomi: Tidak Dijual Resmi di Indonesia

Anggoro Suryo - detikInet
Rabu, 31 Agu 2022 20:05 WIB
Logo baru Xiaomi
Foto: Xiaomi
Jakarta -

Xiaomi angkat bicara soal tudingan Divisi Siber Polda Metro Jaya yang menyebut HP China dengan chipset MediaTek rentan terhadap pembayaran palsu. Menurut Xiaomi, kerentanan yang dimaksud itu tidak berdampak luas ke pengguna.

Dalam pernyataan yang diterima detikINET, Rabu (31/8/2022), Xiaomi menyebut kerentanan yang dimaksud tersebut sudah diidentifikasi, dan tim teknis Xiaomi sedang bekerja sama dengan mitra terkait untuk mengeliminasi risiko dan proses perbaikannya saat ini sudah dilakukan.

Lebih lanjut, Xiaomi juga menyebut kerentanan tersebut hanya ditemukan di sejumlah kecil perangkat. Lalu, untuk mengeksploitasi kerentanan tersebut pun dibutuhkan teknologi yang canggih, yang membuat dampaknya tidak akan meluas.

"Kerentanan tersebut hanya ditemukan di sejumlah kecil perangkat dan membutuhkan teknologi 'cracking' tingkat tinggi sehingga tidak akan berdampak atau pun menimbulkan kerugian yang luas bagi pengguna," jelas Stephanie Sicilia, Associate Marketing Director Xiaomi Indonesia.

Xiaomi pun memastikan kalau produk yang disebutkan oleh Check Point Research tersebut tidak dijual resmi di Indonesia. Produk yang dimaksud itu adalah Redmi Note 9T 5G dengan OS MIUI Global 12.5.6.0.

Diketahui, Redmi Note 9T 5G menggunakan system on a chip Dimensity 800U yang dibuat dengan fabrikasi 7nm, dan pertama dirilis pada Januari 2021.

Sebelumnya diberitakan, Divisi Siber Polda Metro Jaya menghimbau masyarakat mewaspadai handphone (HP) asal China yang menggunakan chipset MediaTek. Sebab ada laporan perangkat tersebut rentan terhadap pembayaran palsu.

"Waspada! Ponsel China dengan Chip Mediatek Ditemukan Rentan Terhadap Pembayaran Palsu!" tulis akun Divisi Siber Polda Metro Jaya di akun Instagram @siberpoldametrojaya.

Pihak kepolisian mengatakan kerentanan yang diungkap dalam laporan Check Point Research daoat dimanfaatkan untuk menonaktifkan mekanisme pembayaran seluler dan bahkan memalsukan transaksi melalui Android yang di install pada perangkat.



Simak Video "Waspada! HP dengan Chipset MediaTek Rentan Pembayaran Palsu "
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT