Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'Chocolate' Berpotensi Runtuhkan Razr Motorola

'Chocolate' Berpotensi Runtuhkan Razr Motorola


- detikInet

Jakarta - "Chocolate", ponsel terbaru LG Electronics, berpotensi mencetak sukses layaknya ponsel Razr keluaran Motorola. Hal ini diungkapkan analis Gartner, Carolina Milanesi."Menurut saya disain ponsel Chocolate sangat unik. Tampaknya ponsel ini berpotensi untuk sukses di pasaran seperti Razr," ujar Milanesi. Demikian dilansir detikINET dari FT, Jumat (30/06/2006).Chocolate sendiri merupakan handset pertama dalam seri 'Black Label', yaitu kategori baru ponsel premium LG. Ponsel tersebut saat ini sudah menggebrak pasar global termasuk Inggris, Cina, Meksiko serta pasar rumahan. Di Indonesia, Chocolate meluncur 1 Juni silam di Jakarta. Animo pasar di Indonesia ternyata sangat luar biasa pada ponsel ini. Stoknya di beberapa kota bahkan sampai ludes. Sejak awal diluncurkan secara global Mei silam, Chocolate berhasil terjual lebih dari 1 juta unit di seluruh dunia hanya dalam waktu tujuh minggu sejak debutnya. Bahkan oleh penjual ponsel eceran terbesar di Eropa Carphone Warehouse, Chocolate dikategorikan sebagai ponsel dengan penjualan terlaris.Di Korea saja, tempat ponsel Chocolate 'dilahirkan', sekitar 450.000 unit ponsel sudah terjual sejak debutnya November silam. Tak hanya itu, Chocolate berhasil memenangkan penghargaan 'IF and Reddot Design Awards 2006' karena style-nya yang sangat unik dan user interface-nya yang mudah, serta keypad touch-sensitive dan layar LCD yang tersembunyi.Sekilas, jika tak digunakan, ponsel tersebut tampak seperti sebatang coklat. Ponsel ini sendiri mengandalkan fitur-fitur seperti pemutar musik MP3 dan AAC terkini, memori internal berkapasitas 128 megabyte, kamera 1,3 megapiksel serta video camera, serta klaim 200 jam waktu siaga dan waktu bicara 3 jam 20 menit.Dongkrak ImageSementara itu LG mengatakan memasang banyak harapan pada ponsel terbarunya ini. Perusahaan asal Korea Selatan itu berharap bisa meraup penjualan yang lebih besar dari ponsel Chocolate, untuk menyaingi rivalnya seperti Nokia dan Motorola. Chocolate juga diharapkan mampu mendongkrak image LG."Sampai sejauh ini kami selalu fokus di operator, namun sekarang kami akan beralih ke konsumen. Dan kami memerlukan ponsel yang modelnya mampu menembus pasar dengan mudah," jelas Bae Jae-hoon, Executive Vice President Mobile Communications Business LG.Bae juga berharap kesuksesan ponsel Chocolate berdampak positif pada penjualan ponsel LG lainnya. Di lain sisi, beberapa analis beranggapan lain. Daniel Kim di Merrill Lynch mengatakan, kesuksesan Chocolate di pasar Eropa belum tentu mampu menyelamatkan bisnis handset LG. Pasalnya LG tidak mempunyai pasar di segmen low-to-mid (menengah ke bawah) untuk melawan Nokia dan Motorola, sedangkan pasar premium sudah penuh. (dwn) (dewidya/)





Hide Ads