Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Entertainment & Game
'Video Game Tak Mengerti Wanita'
Entertainment & Game

'Video Game Tak Mengerti Wanita'


- detikInet

San Fransisco - Kalau wanita jarang bermain game, penyebabnya bukan karena wanita tak mengerti game, tapi game yang tidak mengerti wanita.Sheri Garner Ray, mengungkap hal itu dalam pidatonya di konferensi 'Sex in Video Games', yang berlangsung di San Fransisco.Cnet News melansir, Ray adalah seorang perancang game yang telah menggeluti profesi ini selama 16 tahun. Dia pernah bekerja di Sony Online Entertainment dan Cartoon Network. Ray membeberkan kenapa wanita hanya mencakup 10 persen dari keseluruhan pemain game.Kebanyakan video game, menurut Ray, tak ubahnya seperti pacar yang buruk, yang terlalu larut dengan kelaki-lakiannya daripada mencoba menggali unsur feminim.Secara keseluruhan, karakter laki-laki dan perempuan yang ditampilkan adalah sosok heroik yang identik dengan muda, kuat dan perkasa. Hanya saja, menurut Ray, karakter perempuan terlalu menonjolkan daya tarik fisik yang sarat dengan unsur sensualitas. Biasanya dicirikan dengan bibir merah setengah terbuka, dan alis tebal.Karakter perempuan juga ditampilkan dengan berbalut busana sensual, sementara karakter laki-laki tidak demikian. Kesan diperlakukan sebagai "objek seks" yang akan muncul di benak pemain game wanita kebanyakan.Meski begitu, Ray mengatakan bahwa game yang dibutuhkan para wanita bukanlah game-game yang menonjolkan sensualitas laki-laki. Pemain game wanita mementingkan sesuatu yang tidak hanya menarik secara visual, tapi perempuan butuh video game yang memungkinkan mereka menyelami karakter.Perusahaan video game yang ingin menambah konsumen perempuan, menurut Ray, perlu mencari cara agar para pemain dapat saling mengenal karakter-karakter mereka. Bahkan kalau memungkinkan, terbentuk suatu ikatan emosional. (nks) (ketepi/)







Hide Ads