Samsung Jadi Raja Ponsel Lagi di Indonesia, Xiaomi Merosot Tajam

Samsung Jadi Raja Ponsel Lagi di Indonesia, Xiaomi Merosot Tajam

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 16 Jun 2022 18:34 WIB
Ilustrasi Smartphone
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Setelah sempat disalip Oppo, Samsung kembali merebut mahkota raja ponsel di Indonesia. Sementara Xiaomi mengalami penurunan tajam.

Berdasarkan laporan IDC, sepanjang kuartal pertama 2022, Samsung berhasil mengapalkan 2,1 juta ponsel ke Tanah Air. Angka tersebut naik dari 2 juta unit di kuartal pertama 2021.

Ini membuat nilai pertumbuhannya naik 2,9%. Alhasil raksasa teknologi asal Korea Selatan ini kini menguasai 23,3% pangsa pasar HP di Indonesia.

"Samsung merilis beberapa model utama seperti seri flagship Galaxy S22 dan model Galaxy A03, serta beberapa model dari seri Galaxy A lainnya. GalaxyA53 5G, A52s 5G, dan seri S22 yang baru dirilis turut meningkatkan pangsa Samsung di segmen 5G hingga 40%," kata Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst, IDC Indonesia, Kamis (16/6/2022).

Peringkat kedua ada Oppo yang mampu mengirim 1,8 juta ponsel, turun dari 2,5 juta unit di kuartal pertama 2021. Oppo kini menguasai 20,2% pasar dengan nilai pertumbuhan minus 26,8%.

"Model A95 dan A76 sebagai pendorong utama. Kedua model tersebut, serta berbagai model midrange yang baru rilis di Q1 2022, sukses menumbuhkan segmen midrange Oppo (USD200-400) sebesar 67% QoQ. Pengiriman 5G Oppo dari seri Reno dan Find X, meningkat sebesar 56% QoQ," jelas Vanessa.

"Namun, pangsa Oppo dalam segmen 5G menunjukan pertumbuhan yang lebih rendah yakni sebesar 3.7% di 1Q22, jika dibandingkan dengan 1Q21 yang menunjukan pertumbuhan sebesar 26.4%, seiring dengan perluasan portofolio 5G oleh
vendor-vendor lain," lanjutnya.

Vivo berada di perangkat ketiga. Bila Q1 2021 berhasil mengirimkan 1,7 juta ponsel, sepanjang Januari hingga Maret 2022 turun menjadi 1,5 juta unit. Saat ini Vivo menguasai 17,1% pangsa pasar.

"Model Y15s dan Y21 sebagai pendorong utama. Vivo juga berhasil mengembangkan segmen midrange mereka yang dipimpin oleh model Y33s dan V23e, serta didukung oleh model Y75 dan V23 yang baru saja dirilis. Sementara itu, pangsa segmen ultralow-end (dibawah USD100) Vivo mengalami penurunan secara signifikan akibat pengurangan pengiriman Y1s pada 1Q22. Vivo merilis lebih banyak model 5G midrange pada 1Q22, dan berhasil menggandakan pengiriman 5G mereka QoQ," jelas Vanessa.

Halaman selanjutnya: Xiaomi merosot tajam >>>