Cerita Steve Jobs Benci Android Setengah Mati

ADVERTISEMENT

Cerita Steve Jobs Benci Android Setengah Mati

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 11 Jun 2022 16:48 WIB
Peluncuran iPhone pertama pada 2007 oleh Steve Jobs
Steve Jobs dan Eric Schmidht ketika masih dekat. Foto: Screenshot YouTube
Jakarta -

Ada kisah menarik soal mendiang Steve Jobs sangat membenci Android. Bagaimana awal mulanya sehingga pendiri Apple itu sampai ingin melancarkan 'perang nuklir' pada sistem operasi robot hijau?

"Aku akan menghabiskan napas terakhirku jika perlu dan aku akan menghabiskan semua uang Apple sebanyak USD 40 miliar di bank untuk membenarkan kekeliruan ini. Aku akan menghancurkan Android karena itu produk curian. Aku mau perang nuklir untuk ini," sebut Steve Jobs dalam biografi resminya yang ditulis Walter Isaacson.

Jobs mengatakan pada Isaacson bahwa kemiripan Android dengan iOS merupakan pencurian besar-besaran. Pada saat itu, Apple telah menggugat beberapa ponsel berbasis Android karena dituding menjiplak iPhone.

Padahal sebelum peluncuran Android, Apple menjalin hubungan baik dengan Google. Produk Google seperti mesin cari dan peta adalah bagian penting dari ekosistem Apple.

Pada saat itu, Eric Schmidt yang dulu CEO Google, bahkan menjadi anggota direksi Apple. Hubungan Eric dan Steve Jobs termasuk dekat dan sering berdiskusi. Eric masuk direksi Apple sejak tahun 2006 sampai 2009.

Sosok Eric inilah membantu mengintegrasikan layanan Google ke iPhone. Bahkan saking dekatnya hubungan Apple dan Google, Eric pernah bercanda bahwa seharusnya kedua perusahaan bersatu dan diberi saja nama AppleGoo.

"Steve Jobs, selamat dariku untukmu. Produk ini akan menjadi hot," demikian ucapan selamat Eric pada Jobs saat peluncuran iPhone generasi pertama.

Namun semua berubah ketika Google meluncurkan Android, yang diumumkan pertama kali pada akhir tahun 2007. Sekitar setahun kemudian, lahirlah ponsel pertama Android yang bernama HTC Dream.

Halaman selanjutnya, Steve Jobs benar-benar marah>>>

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT