Vacuum Cleaner Kini Punya Pendeteksi Laser

Vacuum Cleaner Kini Punya Pendeteksi Laser

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 06 Apr 2022 21:15 WIB
Produk Dyson
Dyson V12 Detect Slim. Foto: Dok. Dyson
Jakarta -

Dyson memboyong produk baru ke Indonesia, yaitu Dyson V12 Detect Slim, yang merupakan sebuah vacuum cleaner. Apa istimewanya?

V12 Detect Slim diklaim dikembangkan oleh tim yang terdiri dari 370 engineer di seluruh dunia. Menggunakan motor Dyson Hyperdymium untuk menghasilkan daya isap yang kuat hingga 150AW,d an 5 tahap filtrasi, yang diklaim bisa menangkap 99,99% partikel debu berukuran hingga 0,3 mikron.

"Sebagai insinyur, tugas kami adalah memecahkan masalah sehari-hari, dan situasi pandemi telah menciptakan banyak masalah baru dengan lebih banyaknya waktu yang kita habiskan di dalam ruangan," jelas James Dyson, Chief Engineer dan Founder Dyson, dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (6/4/2022).

Salah satu fitur menarik dari V12 Detect Slim ini adalah penggunaan teknologi laser untuk memperlihatkan debu yang biasanya tak terlihat oleh mata manusia. Ide ini muncul ketika seorang engineer Dyson memperhatikan bahwa partikel udara di rumah mereka berkilau di bawah sinar matahari.

Tim engineer kemudian melakukan eksperimen menggunakan lampu laser dalam laboratorium untuk menguji bagaimana hal ini dapat dicapai, dan akhirnya melahirkan sebuah solusi baru.

Engineer Dyson mengintegrasikan dioda laser hijau-yang dipilih karena kemampuannya memberikan kontras terbaik-ke dalam kepala pembersih Slim Fluffy dan memposisikannya tepat pada sudut 1,5 derajat, 7,3 mm dari permukaan. Artinya, debu tersembunyi di permukaan lantai yang tidak terlihat dengan mata telanjang dapat terlihat dan dihilangkan.

"Penyedot debu terbaru kami menggunakan teknologi laser yang disesuaikan untuk mengungkapkan debu yang tak kasat mata2, mengintegrasikan laser dioda ke kepala pembersih yang diposisikan tepat pada sudut 1,5 derajat dan 7,3mm dari permukaan untuk menciptakan kontras pencahayaan terbaik antara debu dan lantai," tambah James Dyson.

Tak sekadar menggunakan laser, V12 Detect Slim pun punya sensor Piezo, yang terintegrasi ke mesin vakum. Sensor ini bisa mengukur debu yang dideteksi, yang kemudian data pengukurannya itu ditampilkan dalam LCD yang ada di perangkat.

Filamen berserat karbon di kepala pembersih mengambil partikel mikroskopis yang diukur dan dihitung hingga sebanyak 15.000 kali per detik. Kemudian perangkat akan menunjukkan seberapa banyak debu dari berbagai ukuran yang berhasil disedot.

"Namun, kami rasa deteksi saja tidak cukup, jadi kami juga menghapus dan dengan cermat mengukur serta menghitung partikel yang tertangkap sebanyak 15.000 kali per detik menggunakan sensor piezo khusus yang mengubah getaran menjadi sinyal listrik, sehingga ukuran dan jumlah partikel yang tersedot ditampilkan secara tepat pada LCD di belakang vakum," jelasnya.

Tak sekadar untuk dipamerkan, dengan pendeteksian ini, perangkat vacuum cleaner pun akan otomatis meningkatkan daya isap saat mendeteksi konsentrasi debu dalam jumlah besar, dan akan menjadi normal saat tingkat debu menjadi normal.

Produk DysonDyson TP09 Foto: Dok. Dyson

Selain Vacuum cleaner, Dyson pun mulai memasarkan air purifier anyarnya yang bertipe TP09, yang memenuhi standar HEPA H13, dan diklaim bisa menangkap virus H1N1 dan 99,95% partikel sekecil 0,1 mikron, seperti alergen, bakteri, dan serbuk sari.

Lalu perangkat ini juga dilengkapi filter Selective Catalytic Oxidisation (SCO), yang diklaim bisa menghancurkan formaldehida di tingkat molekuler, dan memecahnya menjadi air dan CO2 dalam bentuk kecil.

Dyson memasarkan V12 Detect Slim di Indonesia dengan harga Rp 12.650.000. Sementara TP09 harganya adalah Rp 13.650.000.



Simak Video "Walaupun Mungil Mobile Ion Generator ini Mampu Minimalisir Terinfeksi Virus dan Bakteri"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)