Air Purifier Daikin Pakai Teknologi Streamer Bantai Omicron di Udara

Air Purifier Daikin Pakai Teknologi Streamer Bantai Omicron di Udara

Adi Fida Rahman - detikInet
Sabtu, 26 Feb 2022 20:51 WIB
Daikin
Foto: Daikin
Jakarta -

Daikin punya cara membantai virus Corona varian Omicron di udara. Mereka memasang teknologi Streamer pada perangkat Air Purifier.

Berdasarkan riset Osaka University, teknologi Streamer menunjukkan tingkat efektivitas menonaktifkan varian Omicron hingga 99,9%. Penelitian sendiri dilakukan dengan melibatkan Profesor Tatsuo Shioda dan Asisten Profesor Tadahiro Sasaki dari Department of Virus Infestions, Research Institute for Microbial Diseases, Osaka University pada Januari 2022.

Metode TCID50 digunakan sebagai metode penelitian yang membandingkan dua kondisi dengan salah satunya menggunakan perangkat yang melepaskan debit Steamer. Hasil didapat menunjukkan penonaktifan strain Omicron mencapai 99,9% pada objek penelitian setelah dua jam perlakuan pelepasan Streamer.Sebagai catatan, hasil merupakan di bawah kondisi pengujian laboratorium dan tidak mewakili efektivitas perangkat dengan Streamer serta penggunaan dalam lingkungan sebenarnya.

Dikembangkan Daikin sejak tahun 2004, teknologi Streamer dicipta sebagai upaya perusahaan melakukan dekomposisi oksidatif zat berbahaya. Bekerja melalui pelepasan plasma secara sabil yang menghasilkan elektron berkecepatan tinggi, kemampuan ini memungkinkan pelepasan Streamer untuk menguraikan virus, bau, bakteri dan polutan udara dalam ruangan seperti formaldehyde.

DaikinDaikin Foto: Daikin

Adanya hasil penelitian terbaru dari kerjasama riset Januari lalu tersebut, menambah panjang deret kemampuan Streamer yang telah pula melalui pengujian dari berbagai lembaga uji terpercaya. Diantara kemampuan tersebut yaitu terkait efektivitasnya dalam menonaktifkan virus influenza yang sangat virulen (tipe A H5N1) dan dengan virulen lemah (tipe A H1N1), norovirus tikus, strain konvensional dan mutan dari novel coronavirus (SARS-CoV2). Disamping pula pengujian efektivitas teknologi ini pada racun dan bakteri yang menyebabkan keracunan makanan.

Di Indonesia sendiri, teknologi Streamer bisa ditemui di tiga model air purifier MCK55TVM yang dirancang untuk luas ruang 41 meter persegi dengan tambahan fungsi kelembapan, MC55UVM untuk luas ruang 41 meter persegi dan MC40UVM yang kerja pembersihan udaranya dirancang untuk luas ruang 31 meter persegi. Keseluruhan koleksi ini dikembangkan dengan memiliki tingkat keluaran suara yang sangat rendah sehingga tak mengganggu pengguna saat pengoperasian unit.

DaikinDaikin Foto: Daikin

Teknologi Streamer memiliki tiga kerja utama yang dirangkum dalam tajuk triple C. Pertama yaitu Clash yang mencakup kerja menguraikan berbagai partikel berbahaya yang terkumpul pada filter HEPA dengan oksidasi. Kerja kedua yaitu Cycle merujuk pada kemampuannya menguraikan berbagai bau tak sedap yang menempel pada filter Deodorization.

Kerja ketiga yaitu Clean, merepresentasikan kemampuan Streamer dalam mengeliminasi berbagai jamur, bakteri dan bahkan virus yang menempel pada rangkaian filter yang terdapat dalam air purifier. Kerja pembersihan inilah yang kemudian juga dapat dikatakan memperpanjang usia pakai filter dalam air purifier. Bila filter deodorization tak perlu lagi melakukan penggantian, filter HEPA elektrostatis penggunaannya dalam sebuah uji rata-rata di Jepang dapat mencapai sepuluh tahun.

*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.



Simak Video "Walaupun Mungil Mobile Ion Generator ini Mampu Minimalisir Terinfeksi Virus dan Bakteri"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)