Geber E50, Nokia Bidik Kalangan Korporat
- detikInet
Jakarta -
Nokia membuka selubung ponsel terbarunya yang ditujukan untuk kalangan korporat. Lewat ponsel ini, Nokia sebagai pembuat handset terbesar di dunia berambisi merebut pangsa pasar yang lebih besar dari segmen tersebut.Adalah E50, akan digelontorkan ke toko-toko sebelum akhir Juni 2006. Menurut pemberitaan Reuters yang dikutip detikINET, Jumat (19/5/2006), harga eceran ponsel ini (sebelum pajak) berkisar antara US$ 387 hingga US$ 451 (US$ 1 = Rp 9.169 Sumber: detikcom)."Kami melirik segmen pasar yang besar dimana konsumen membutuhkan telepon," tutur Pekka Isosomppi, juru bicara Enterprise Unit Nokia.Tak dipungkiri, ponsel BlackBerry dan layanan push mail-nya yang terbilang kondang di kalangan profesional dengan mobilitas tinggi, cukup membuat Nokia jatuh bangun di pasar ponsel. Tentu saja hal ini berimbas pada keuntungan Nokia yang semakin menipis. Di 2007 mendatang, lewat E50, Enterprise Unit Nokia berniat 'balas dendam' untuk meraup keuntungan lebih.Selain itu, tertundanya pengapalan Nokia seri-E di kuartal pertama juga mempengaruhi finansial Nokia. Namun April lalu, ponsel seri-E pertamanya sudah digeber ke pasaran. Demikian juga dengan tiga model ponsel yang diperkenalkan sebelumnya, termasuk E70."Selama beberapa waktu ini keuangan perusahaan memang tampak menyedihkan. Namun ada peluang untuk bisa bangkit lagi. Perusahaan mencoba membidik margin yang lebih tinggi di segmen perusahaan ketimbang pasar mass-market," tandas Ben Wood, Direktur di Collins Consulting.Wood menambahkan, langkah yang dilakukan Nokia merupakan investasi masa depan, yang prospeknya cukup baik.Selain ponsel, Nokia juga memperkenalkan sebuah remote mobile device management software. Disinyalir software ini memungkinkan para operator secara remote menginstal atau meng-update software ponsel. Software tersebut juga bisa dipakai untuk membuang semua data dari ponsel dan memory card jika ponsel hilang.Di mobile device management software, Nokia merupakan pemain kedua terbesar setelah developer software asal Amerika Serikat Sybase. Namun Nokia berharap situasi ini tak akan berlangsung lama."Kami yakin bisa menjadi nomor satu di pasar ini," ujar Tarja Kantola, Senior Vice President Product Marketing. "Kami melihat pasar ini sudah siap, permintaannya terus meningkat," imbuhnya lagi. (dwn)(Catatan Redaksi:Bagi pemberi komentar, mohon tidak mengisi kolom nama dengan kata/kalimat yang tak lazim sebagai nama orang. Nama samaran diperbolehkan. Pengisian nama dengan nama milik orang lain (public figure), alamat situs, merek, nama institusi tertentu dan/atau cenderung vulgar/ofensif/SARA, tidak diperkenankan.)
(dewidya/)