Intel Pamer Mesin Penambang Bitcoin 3.600 Watt, Gokil!

Intel Pamer Mesin Penambang Bitcoin 3.600 Watt, Gokil!

ADVERTISEMENT

Intel Pamer Mesin Penambang Bitcoin 3.600 Watt, Gokil!

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 22 Feb 2022 18:10 WIB
Intel Core Generasi 12
Foto: Intel
Jakarta -

Selain memamerkan chip 'blockchain accelerator', Intel juga memamerkan mesin penambang Bitcoin berdaya maksimal 3.600 watt.

Mesin ini memakai setidaknya 300 chip BMZ1 'Bonanza Mine' yang secara total punya hash rate mencapai 40 terahash per menit. Sebagai perbandingan, penambang Antminer S19j dari Bitmain punya hash rate 90 terahash per detik dengan daya 3.100 watt.

Bahkan Bitmain mengklaim punya penambang baru dengan pendingin air yang punya hash rate sebesar 198 terahas per detik dengan konsumsi daya sebesar 5.445 watt, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (22/2/2022).

Dari segi kecepatan penambangan, Bonanza Mine dari Intel ini memang tak terlalu menarik dibanding kompetitornya. Namun di sisi lain, chip BMZ1 ini terbilang mungil (7x7,5mm), yang artinya per wafer bisa dibuat sampai dengan 4.000 chip.

Jadi bukan tak mungkin biaya produksi chipnya bakal lebih rendah. Intel pun tengah mengembangkan chip blockchain accelerator generasi kedua, yang punya perbandingan performa per watt lebih baik dibanding Bonanza Mine.

Sejauh ini sudah ada dua perusahaan yang memesan teknologi Intel ini, yaitu perusahaan penambang Bitcoin bernama Griid dan Block, perusahaan fintech besutan Jack Dorsey yang sebelumnya bernama Square.

"Kami mengharapkan inovasi sirkuit kami akan menghadirkan sebuah akselerator blockchain yang punya performa per watt 1000x lebih baik ketimbang menggunakan GPU mainstream untuk penambangan berbasis SHA-256," ujar Raja Koduri, Senior Vice President Intel.

SHA-256 ini adalah algoritma yang dipakai oleh Bitcoin dan beberapa mata uang kripto lainnya.

Sejauh ini, penambangan kripto setidaknya punya satu masalah besar. Yaitu dampak penambangan kripto ke lingkungan, karena konsumsi dayanya yang besar. Ditambah lagi, tambang kripto besar biasanya mendapat listrik dari pembangkit listrik berbahan batu bara dan gas alam, yang ditakutkan akan merusak lingkungan.

Bahkan penambangan ini juga berkontribusi terhadap mahalnya biaya listrik dan juga bisa menyebakan kurangnya pasokan listrik di area tertentu.

*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.



Simak Video "Komisi I DPR RI Sayangkan WNI Jadi Agen Intel Asing di Kaltara"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT