TKDN HP 4G dan 5G Jadi 35%, Apa Dampaknya ke Konsumen?

Roundup

TKDN HP 4G dan 5G Jadi 35%, Apa Dampaknya ke Konsumen?

Tim - detikInet
Sabtu, 30 Okt 2021 15:25 WIB
BEIJING, CHINA - April 16: Orang-orang berdiri di depan toko Apple yang mengiklankan ponsel berkemampuan 5G pada 16 April 2021 di sebuah distrik perbelanjaan di Beijing, Cina. China mengumumkan pertumbuhan ekonomi yang kuat sebesar 18,3 persen pada kuartal pertama 2021, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu ketika ekonomi terbesar kedua di dunia itu terhenti karena pandemi COVID-19. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)
Foto: Getty Images/Kevin Frayer
Jakarta -

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk meningkatkan nilai kandungan lokal minimal (TKDN) yang ada di HP 4G dan 5G, yaitu naik jadi 35% dari sebelumnya hanya 30%. Apa dampaknya?

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate telah menandatangani Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2021 tentang Standar Teknis Alat Teknologi Long Term Evolution (LTE) dan teknologi berbasis International Mobile Telecommunication-2020 (IMT-2020) atau 5G.

"Kewajiban pemenuhan TKDN sebesar 35% ini menjadi salah satu persayaratan untuk mendapatkan sertifikat perangkat dari Kominfo sebelum perangkat tersebut boleh diedarkan atau pun dijual di Indonesia," ujar Menkominfo di Jakarta, Kamis (21/10).

Ketentuan TKDN 35% pada smartphone 4G dan 5G itu berlaku enam bulan sejak ditetapkannya Permen Kominfo tersebut. Artinya, pada April 2022, komponen smartphone 4G dan 5G sudah ada dibuat di tanah air sebesar 35%.

Harga ponsel jadi naik?
Vendor ponsel di Indonesia punya beberapa pendapat mengenai dampak dari naiknya TKDN ini terhadap harga ponsel. Misalnya Realme, yang memastikan tak akan menaikkan harga meskipun TKDN ditingkatkan.

"Kami tidak akan menaikan harga meskipun TKDN meningkat (jadi 35%)," tegas Krisva Angnieszca, Public Relations Manager Realme Indonesia saat ditemui usai media hands-on Realme GT Neo 2 di Jakarta, Selasa (26/10/2021)

Sementara itu, PR Manager Oppo Indonesia, Aryo A. Meidianto menyebutkan bahwa diterbitkannya aturan TKDN untuk ponsel 4G dan 5G menjadi 35% ini menjadi momentum industri dalam negeri untuk bisa berkembang dan juga melakukan inovasi-inovasi teknologi.

"Kalau dari sisi harga, TKDN ini tidak serta merta jadi salah komponen mengurangi harga. Banyak komponen-komponen lain yang bisa mempengaruhi fluktuasi harga dari perangkat smartphon, contohnya kelangkaan chipset itu bisa memepngaruhi sebuah harga smartphone," tuturnya.

Sementara Xiaomi belum bisa berkomentar banyak mengenai dampak naiknya TKDN ini terhadap harga produknya. Namun mereka memastikan komitmennya untuk tetap memberikan harga yang sebenarnya di produk-produknya.

"Kami belum dapat memberikan informasi tersebut untuk saat ini. Yang dapat kami sampaikan, Xiaomi berkomitmen untuk menghadirkan teknologi inovatif dengan harga sebenarnya kepada lebih banyak Xiaomi Fans di Indonesia dengan menjaga margin tidak lebih dari 5% untuk perangkat keras," ujar Stephanie Sicilia, Head of PR Xiaomi Indonesia, ketika dihubungi detikINET, Sabtu (30/10/2021).

Sementara itu, Samsung punya langkah yang baru setelah penerapan aturan TKDN 35% ini. Yaitu memutuskan untuk memproduksi Galaxy Z Fold 3 dan Z Flip 3 di pabriknya yang berlokasi di Cikarang.

Sebelumnya, kedua perangkat itu diimpor dari luar negeri, dan menggunakan TKDN software agar mendapat restu dari Kementerian Perindustrian. Meski diproduksi di Cikarang, pihak Samsung menjamin kualitas kedua perangkat tersebut sama bagusnya dengan bikinan pabrik Samsung di Korea Selatan maupun Vietnam.

"Jadi ini adalah salah satu persiapan kami untuk memenuhi TKDN 35%," kata Taufiq saat acara Galaxy Z Flip 3 Media Workshop, Jakarta, Jumat (29/10/2021).

Menkominfo Johnny pun menyebut kenaikan angka TKDN ini tak serta merta akan menaikkan (atau menurunkan) harga ponsel. Namun yang jelas, daya saing Indonesia akan menjadi lebih baik dengan kenaikan ini.

"Harga itu komponennya banyak sekali, tidak saja TKDN. Tetapi, setidaknya melalui TKDN, daya saing Indonesia menjadi lebih baik," ungkap Johnny.



Simak Video "Ambisi Samsung dan Oppo Saingi Chipset Apple"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)