Cek Mitos dan Fakta Air Purifier Sebelum Beli untuk Cegah COVID-19

Cek Mitos dan Fakta Air Purifier Sebelum Beli untuk Cegah COVID-19

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 13 Jul 2021 21:00 WIB
Samsung Air Purifier
Yuk cek mitos dan fakta seputar Air Purifier. Foto: dok Samsung Indonesia
Jakarta -

Ada banyak mitos yang beredar di masyarakat terkait perangkat air purifier. Sebab itu baiknya cek faktanya terlebih dulu sebelum kamu membelinya untuk mencengah penularan COVID-19 di dalam ruangan.

1. Udara indoor lebih bebas polusi daripada outdoor

Ini adalah mitos. Sejumlah studi yang dilakukan oleh Environmental Protection Agency (EPA) 1 Amerika Serikat, level pencemaran udara di dalam ruangan (indoor) bisa mencapai dua sampai lima kali lebih tinggi ketimbang di luar ruangan (outdoor). Sumber pencemaran di dalam ruangan meliputi emisi pembakaran dari api kompor atau rokok, pestisida, masuknya polusi dari outdoor, dan sebagainya.

Oleh sebab itu, keberadaan air purifier di rumah menjadi krusial untuk menyaring partikel polutan. Bahkan menurut Penelitian Centers for Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengungkap perangkat air purifier dengan high-efficiency particulate air (HEPA) dinilai efektif untuk mencegah penularan COVID-19 dalam ruangan.

Samsung Air PurifierPemurnian udara di Samsung Air Purifier Foto: dok Samsung Indonesia

Berkat adanya filter HEPA, air purifier ini dapat menyaring hingga 99.97% debu, allergen, dan bakteri berukuran hingga 0.3μm. Ini membantu pengguna yang memiliki gangguan pernafasan atau alergi untuk bernafas dengan lebih baik di dalam ruangan, karena debu dan allergen pemicu alergi telah tersaring.

2. Air purifier mampu mengeliminasi bau dan gas berbahaya

Ini adalah fakta. Berkat kecanggihan teknologi, air purifier dapat mengeliminasi bau dan gas berbahas. Salah satu contohnya adalah Samsung Air Purifier AX60 yang mampu menangkal asap rokok, aroma masakan, aroma satwa peliharaan, aroma sampah. Bahkan berdasarkan pengujian, perangkat tersebut mampu menghilangkan gas berbahaya seperti toluene, xylene, benzene, ethylbenzene, styrene, dan formaldehyde.

Samsung Air PurifierSamsung Air Purifier AX60 Foto: dok Samsung Indonesia

Semua ini berkat adanya Laser PM Sensor untuk mendeteksi debu dan partikel yang ukurannya kurang dari 1.0㎛, serta berbagai gas berbahaya. Dipadukan dengan Activated Carbon Deodorization Filter yang melakukan pemurnian berlapis alhasil meningkatkan kualitas udara yang dihirup penghuni rumah.

3. Posisi dekat air purifier akan mendapat lebih banyak udara bersih

Ini mitos. Faktanya, di mana saja kita berada di dalam ruangan akan mendapatkan manfaat yang sama dari air purifier. Perangkat air purifier memiliki angka laju suplai udara bersih atau dikenal dengan Clean Air Delivery Rate (CADR).

CADR akan mengukur efektivitas air purifier berdasarkan luas ruangan dan volume udara bersih yang dihasilkan per satuan waktu. Semakin tinggi angka CADR, semakin baik kemampuan air purifier untuk membersihkan udara dalam ruangan.

Ketika memilih air purifier disarankan pilih yang sesuai dengan ukuran ruangan supaya pengguna bisa merasakan manfaatnya secara maksimal.

Samsung Air PurifierSamsung Air Purifier Foto: dok Samsung Indonesia

4. Air purifier berisik sehingga mengganggu saat tidur

Lagi-lagi ini mitos. Faktanya, kipas pada air purifier dapat mengeluarkan suara pada tingkat kebisingan tertentu, terutama saat mendeteksi dan bekerja memfilter gas atau zat berbahaya.

Tapi tak perlu khawatir, sebab perangkat air purifier modern mampu meredam suara sehingga tidak berisik sama sekali. Sehingga tidur kamu tidak akan terganggu saat air purifier digunakan di kamar tidur saat malam hari.

Samsung Air PurifierSamsung Air Purifier Foto: dok Samsung Indonesia


Simak Video "Cegah Penularan Corona, GoCar Pasang Air Purifier"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)