Tunda Vista, Saham Microsoft Melorot
- detikInet
News York -
Microsoft kini tengah mendapat 'serangan' dari pasar saham dan para pengamat industri menyusul penundaan peluncuran Windows Vista. Pada Selasa, 21 Maret lalu, raksasa software itu secara resmi mengumumkan penundaan peluncuran Windows Vista. Semula peluncuran Vista dijadwalkan akhir tahun 2006, namun dengan alasan demi meningkatkan keamanan dan kemudahan penggunaan, sistem operasi anyar itu baru akan meluncur awal 2007. Setelah pengumuman tersebut, saham Microsoft dalam perdagangan Rabu, 22 Maret 2006 di Bursa Nasdaq langsung melorot hingga 2,13 persen menjadi US$ 27,15 (US$1 = Rp 9.092. Sumber: detikcom). Namun saham perusahaan pembuat PC seperti Dell berhasil pulih dan ditutup naik 0.46% menjadi US$ 30,41 dolar.Sementara rival Microsoft yakni Apple Computer Inc., sahamnya sempat naik, sebelum akhirnya juga ditutup turun 0,23% menjadi US$ 61,67. Penurunan saham Apple disebabkan karena lolosnya undang-undang di parleman Prancis yang dapat mempengaruhi bisnis iTunes."Ini jelas sekali mengecewakan bagi industri PC yang berharap Vista akan mendongkrak penjualan saat musim liburan. Ini tidak hanya akan memukul perusahaan dalam menjalankan bisnisnya ke depan, namun jelas-jelas merupakan suatu kemunduran," tegas Matt Rosof, konsultan independen seperti dikutip dari AFP, Kamis (23/3/2006)."Diluncurannya sistem operasi baru bukan pada saat musim yang ramai, Microsoft harus menghadapi rendahnya permintaan pada Oktober dan November. Dan risiko selanjutnya adalah mereka harus menjual produk tersebut pada harga diskon. Industri yang telah menghadapi tantangan serius ini kembali mendapat tekanan pada harga dan marjin," tegas analis Brian Gammage.Pengembangan Vista sebenarnya diyakini Microsoft akan selesai tahun ini. Namun penjualannya baru akan dilakukan awal tahun 2007.Jim Allchin, co-president of platform, products and services division di Microsoft mengatakan, penundaan itu menyebabkan beberapa produsen PC tak siap meluncurkan produk berbasis Windows Vista tahun 2006 ini.Penundaan ini dikhawatirkan akan membahayakan industri PC. Pasalnya penjualan PC berbasis Vista diharapkan bisa meramaikan penjualan PC global, apalagi jika dilakukan di 'musim belanja' akhir tahun 2006.
(ketepi/)