Oppo Klaim Tak Main-main Garap Video Portrait di Reno6

Oppo Klaim Tak Main-main Garap Video Portrait di Reno6

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 05 Jul 2021 13:46 WIB
OPPO Reno6
Oppo Reno6. Foto: OPPO
Jakarta -

Oppo Reno6 membawa peningkatan dari pendahulunya, salah satunya adanya fitur video portrait. Untuk menghadirkan fitur ini, Oppo mengklaim tidak main-main menggarapnya.

PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, menuturkan video dengan efek bokeh sangat didambakan oleh para sinematografer. Berkat kemajuan teknologi semua kemampuan tersebut bisa dihadirkan dalam sebuah smartphone.

"Dulu mendapatkan video bokeh, industri film Hollywood mengeluarkan budget yang cukup besar," katanya saat sesi Oppo Reno6 Imaging Workshop, Senin (5/7/2021).

"Dibutuhkan peralatan dan tim yang profesional dan perencanaan yang sangat matang. Subjek harus diposisikan secara tepat dari objek lain. Butuh juga pencahayaan tambahan untuk menciptakan suasana, lensa yang digunakan harus tepat dan editor mumpuni," sambungnya.

Menurutnya rasanya tidak mungkin sebuah smartphone dapat bersaing dengan perangkat yang memiliki lensa besar dan canggih yang dipakai kamera profesional. Namun industri smartphone kemudian coba mengimbangi hal tersebut lewat kegiatan pascaproduksi dan menerapkan efek tanpa menyentuh esensi dari fotografi sesungguhnya.

Pada perkembanganya, hadirlah computational photography. Ini membuat smartphone bisa memanfaatkan kekuatan algoritma kecerdasan buatan yang digabungkan dengan teknologi cloud untuk menembus batasan hardware kamera smartphone.

"Hasilnya jepretan smartphone menyerupai kamera DSLR," ujar Aryo.

Computational photography sendiri bergantung pada deep learning dan kecerdasan buatan. Deep learning memungkinkan smartphone mendeteksi bagian gambar mana yang berfungsi sebagai subjek serta menganalisis posisinya.

Computational vision akan menganalisis gambar hingga ke tingkatan pixel. Saat melakukan rendering, gambar akan disajikan dengan kualitas gambar yang cukup tinggi.

"Agar computational photography mendekati kamera profesional, teknologi dasarnya harus dilatih dengan pembelajaran mendalam dari database gambar dan sampel berkualitas tinggi. Sehingga dapat secara akurat mendeteksi fitur gambar, melakukan segmentasi dan menjalankan optimalisasi pada tingkatan pixel," jelas Aryo.

Selain melakukan pembelajaran mendalam dan computational vision pada tiap frame pemprosesan video, penting diperhitungkan stabilitas dan konsistensi agar video tampil mulus untuk dilihat. Dari semua itu tergambar bagaimana rumitnya pemprosesan video di kamera smartphone ketimbang foto.

Karena itulah Oppo melakukan banyak upaya agar hasil video portrait di Reno6 hasilnya ciamik. Mereka membuat data base portrait yang lebih dari 10 juta titik yang mencakup orang dan situasi berbeda, baik dalam pencahayaan, kedalaman bidang dan skenario lainnya.

Oppo turut melatih algoritma untuk mengenal adegan-adegan dan kemungkinan yang ditemui pengguna saat mengambil video. Alhasil algoritma AI Oppo mampu mengenal dengan tingkat akurasi hingga 97%.

"Jadi meskipun subjek sedang berputar, menghadap ke atas, menghadap jauh dari kamera, ataupun bergerak, atau sudut kamera dan kedalaman fokus, cahaya yang berubah-ubah, Oppo Reno6 masih bisa melacak, begitu pula layar belakang," terang Aryo.

Pria berkacamata ini menegaskan keberhasilan Oppo dalam mengembangkan computational photography sangat bergantung pada pusat riset yang dipunyainya. Untuk menggarap video portrait di Reno6, Oppo mengerahkan langsung pusat riset di Amerika Serikat dan Jepang.

"Pusat riset di Yokohama, Jepang bertanggung jawab melakukan penelitian terhadap inovasi dalam teknologi pencitraan. Sementara di AS berfokus pada AI dan pemprosesan mutakhir lainnya," terangnya.

Sayangnya Oppo belum mengungkap sensor yang dipakai pada kamera Reno6 dan chipset untuk memprosesan gambar. Sepertinya vendor asal China ini baru akan buka-bukaan saat peluncuran yang jadwalnya juga masih dirahasiakan oleh Oppo.



Simak Video "Computational Photography, Teknologi Anyar di Kamera Oppo Reno6"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fay)