Samsung Gabung ke Aliansi Xiaomi, Oppo, dan Vivo, Buat Apa?

Samsung Gabung ke Aliansi Xiaomi, Oppo, dan Vivo, Buat Apa?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 20 Jun 2021 17:15 WIB
The logo of Samsung Electronics is seen at its headquarters in Seoul, South Korea, July 4, 2016
Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
Jakarta -

Dua tahun lalu Xiaomi, Oppo, dan Vivo membuat sebuah aliansi untuk menciptakan standardisasi pengiriman file secara wireless bernama Mutual Transfer Alliance (MTA). Kini Samsung ikut bergabung dengan aliansi tersebut.

MTA adalah sebuah standar untuk mengirimkan file antar perangkat secara wireless, baik itu HP maupun komputer. Kecepatan transfer datanya adalah 20MB/s. Pada Februari 2020, setelah beberapa bulan diuji secara beta, fitur tersebut akhirnya tersedia untuk publik.

Sebelumnya, sudah ada beberapa perusahaan lain yang bergabung ke aliansi tersebut selain trio pendirinya. Seperti Asus, OnePlus, Meizu, ZTE, Black Shark dan HiSense. Kini daftar tersebut bertambah panjang dengan kehadiran Samsung.

Meski baru bergabung, kedatangan Samsung ini seharusnya punya dampak yang besar. Pasalnya Samsung adalah salah satu pabrikan HP terbesar di dunia, bahkan seringkali memegang posisi paling tinggi.

Selain itu, Samsung pun sebelumnya sudah punya standar pengiriman file wireless sendiri, yaitu Quick Share, yang menggantikan Android Beam -- yang sudah dimatikan -- dan menjadi alternatif terhadap Nearby Share yang menjadi bawaan Android. Bahkan Samsung pun sudah merilis aplikasinya untuk Windows 10.

Bergabungnya Samsung ke aliansi ini bukan berarti mereka akan meninggalkan Quick Share. Kemungkinan besar yang terjadi adalah Quick Share yang bakal mendukung sistem MTA tersebut, termasuk untuk aplikasinya yang tersedia untuk Windows.

Sistem MTA ini membuat perangkat bisa mengirim file secara peer to peer secara seamless dengan kecepatan yang tinggi. Pengiriman file ini tentunya dilakukan tanpa kehadiran koneksi internet.

Koneksi yang dipakai adalah Bluetooth -- untuk proses pairing yang lebih cepat --, dan dilanjutkan dengan WiFi P2P untuk pengiriman data yang kencang. Untuk itulah agar bisa memanfaakan sistem MTA ini koneksi Bluetooth dan WiFi harus sama-sama diaktifkan.



Simak Video "Samsung: Kontribusi Ponsel 5G di Indonesia Sudah Capai 16%"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)