Smartwatch Dapat Bantu Deteksi COVID-19 sebelum Gejala Muncul

Smartwatch Dapat Bantu Deteksi COVID-19 sebelum Gejala Muncul

Adi Fida Rahman - detikInet
Sabtu, 16 Jan 2021 11:26 WIB
Apple Watch
Applw Watch bisa memprediski seseorang positif COVID-19 sebelum gejala muncul. to: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Smartwatch dapat memprediksi seseorang terinfeksi COVID-19 seminggu sebelum dia merasakan gejala atau dinyatakan positif.

Demikian hasil studi dari Mount Sinai Health System di New York dan Universitas Stanford di California. Para peneliti mendapati bahwa perangkat semacam Apple Watch dapat mendeteksi perubahan halus pada detak jantung seseorang, yang dapat menandakan kalau seseorang terkena virus Corona hingga tujuh hari sebelum timbul gejala atau infeksi yang terdeteksi dari pengujian.

"Tujuan kami adalah menggunakan alat untuk mengidentifikasi infeksi pada saat infeksi atau sebelum orang tahu bahwa mereka sakit," kata Rob Hirten, asisten profesor kedokteran di Icahn School of Medicine di Mount Sinai di New York City.

Secara khusus, penelitian tersebut menganalisis metrik yang disebut variabilitas detak jantung - variasi waktu antara setiap detak jantung - yang juga mengukur seberapa baik sistem kekebalan seseorang bekerja.

"Kami sudah tahu bahwa penanda variabilitas detak jantung berubah seiring berkembangnya peradangan dalam tubuh, dan COVID adalah peristiwa peradangan yang luar biasa," kata Hirten kepada CBS MoneyWatch. "Ini memungkinkan kami untuk memprediksi bahwa orang terinfeksi sebelum mereka menyadarinya."

Orang dengan COVID-19 mengalami variabilitas detak jantung yang lebih rendah. Dengan kata lain, sedikit ada variasi waktu antara detak jantung individu yang positif dan negatif COVID.

Oppo WatchOppo Watch Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Peneliti mengamati hampir 300 tenaga kesehatan di Mount Sinai yang mengenakan Jam Tangan Apple antara 29 April dan 29 September. Apple tidak berpartisipasi atau mendanai penelitian tersebut, tetapi menyadari kemampuan jam tangannya. Tim Cook pada bulan September memuji peran jam tangan dalam studi Mount Sinai.

Data yang dikumpulkan oleh jam tangan pintar dapat berperan dalam membantu menjinakkan virus. Ini mengingat lebih dari setengah kasus virus korona disebarkan oleh pembawa tanpa gejala, menurut Centers for Disease Control and Prevention yang diterbitkan minggu lalu.

"Saat ini, kami mengandalkan orang yang mengatakan bahwa mereka sakit dan tidak enak badan, tetapi memakai Apple Watch tidak memerlukan masukan pengguna aktif dan dapat mengidentifikasi orang yang mungkin asimtomatik. Ini adalah cara untuk mengontrol penyakit menular dengan lebih baik," Kata Hirten.

Huawei Watch GT 2 ProHuawei Watch GT 2 Pro pengukuran oksigen Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Studi Kedua

Sementara itu, studi Universitas Stanford menemukan bahwa 81% pasien virus Corona mengalami perubahan denyut jantung saat istirahat hingga 9,5 hari sebelum gejala COVID-19 muncul. Oleh karena itu, detak jantung yang sangat tinggi dapat membantu memprediksi timbulnya gejala.

Para peneliti menggunakan data jam tangan pintar besutan Garmin, Fitbit, Apple dan pembuat lainnya untuk mengidentifikasi hampir dua pertiga kasus COVID-19 empat hingga tujuh hari sebelum orang menunjukkan gejala. Studi tersebut memeriksa data dari 32 orang yang dites positif terkena virus dari lebih dari 5.000 peserta.

Tim juga telah menciptakan sistem alarm yang memperingatkan pemakainya bahwa detak jantung mereka telah meningkat untuk jangka waktu yang lama.

"Kami menyetel alarm dengan kepekaan tertentu sehingga akan berbunyi setiap dua bulan atau lebih," kata Profesor Michael Snyder dari Universitas Stanford, yang memimpin penelitian tersebut.

"Fluktuasi reguler tidak akan memicu alarm. Hanya perubahan signifikan dan berkelanjutan karena (bisa) mengingatkan orang untuk tidak keluar dan bertemu orang," tambahnya.



Simak Video "Tambah 7.300, Kasus Covid-19 Per 21 Februari 2021 Jadi 1.278.653"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)