Ini Dia HP Bertenaga Surya Pertama di Dunia

Serba-serbi Baterai HP

Ini Dia HP Bertenaga Surya Pertama di Dunia

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 21 Nov 2020 20:08 WIB
Ponsel bertenaga surya
Ini Dia HP Bertenaga Surya Pertama di Dunia (Foto: Phone Arena)
Jakarta -

Teknologi baterai ponsel (HP) terus berkembang tiap tahunnya. Tidak hanya kapasitasnya yang makin besar, teknologi pengisian baru juga hadir, termasuk mengisi ulang daya ponsel menggunakan tenaga surya.

Siapa sangka ternyata Samsung dulunya pernah merilis ponsel yang ditenagai oleh tenaga surya di India. Ya, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini menjadi vendor pertama yang merilis ponsel bertenaga surya pada tahun 2009.

Dikutip detikINET dari Phone Arena, Sabtu (20/11/2020) ponsel tersebut bernama Samsung Guru E1107 dan bodi bagian belakangnya dibalut oleh panel surya.

Karena hadir sebelum era Galaxy, Guru E1107 bukanlah ponsel pintar melainkan feature phone. Ketika terkena sinar matahari, sel surya yang ada menghasilkan listrik yang kemudian mengisi ulang baterai ponsel.

Tapi panel surya yang ukurannya mini ini tidak bisa menyediakan tenaga yang besar. Jika diisi ulang satu jam menggunakan panel surya, baterai hanya cukup untuk melakukan panggilan telepon selama 5-10 menit.

Samsung merancang ponsel ini untuk penggunanya yang tinggal di negara berkembang di mana masih sering terjadi pemadaman listrik. Meski performa pengisiannya tidak begitu mengesankan, fitur ini cukup berguna untuk pasar yang ditargetkan.

Guru E1107 bukan satu-satunya ponsel bertenaga surya yang diluncurkan Samsung. Tidak lama kemudian mereka meluncurkan ponsel Samsung Blue Earth yang juga mengusung panel surya di bagian belakangnya.

Ponsel bertenaga suryaPonsel bertenaga surya Samsung Blue Earth Foto: Phone Arena

Blue Earth memiliki desain yang lebih modern dibandingkan Guru E1107. Ponsel ini memiliki layar sentuh dan fitur-fitur seperti akses ke website, YouTube dan media sosial. Ponsel ini juga bisa terhubung dengan Wi-Fi atau 3G dan memiliki GPS untuk layanan lokasi.

Walau tampilannya lebih modern, performa pengisian baterai menggunakan panel surya yang ada tetap seadanya. Setelah diisi ulang selama satu jam menggunakan sinar matahari, baterai ponsel ini hanya cukup untuk berbicara di telepon selama 10 menit.

Satu keunggulan Blue Earth lainnya adalah ponsel ini dipasarkan sebagai produk yang ramah lingkungan. Ponsel ini dibuat menggunakan material daur ulang dan dikemas dalam kardus daur ulang yang bisa digunakan sebagai dudukan.

Halaman selanjutnya: Ponsel bertenaga surya di masa depan...

Ponsel bertenaga surya di masa depan

Jika Samsung sudah mengenalkan ponsel bertenaga surya di masa depan, kenapa sampai sekarang masih belum ada lagi ponsel dengan teknologi pengisian ulang serupa?

Ada beberapa alasan, pertama belum ada teknologi yang bisa menciptakan panel fotovoltaik (PV) yang kuat mengisi baterai ponsel. Lihat saja berapa durasi pengisian ulang baterai di dua ponsel Samsung tersebut tapi hanya menghasilkan daya yang sedikit.

Director Project Rome Kevin Schofield pernah mengkalkulasikan berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk mengisi baterai iPhone, serta durasi pengisian dan seberapa besar ukuran panel yang dibutuhkan.

Berdasarkan data dari The Eco Experts, Schofield mengatakan iPhone membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk pengisian ulang dengan kapasitas 12w.

"Jika efisiensi panel PV 17% maka kalian akan membutuhkan panel 70w di cahaya matahari langsung selama dua jam. Ukuran panel 70w sekitar 770mm x 676mm x 25mm," kata Schofield.

"Jadi pada dasarnya kalian akan membutuhkan panel 0,8 m kali 0,7 meter untuk mengisi ulang iPhone berdasarkan efisiensi PV yang tersedia," imbuhnya.

Jadi jika Apple berniat membuat iPhone bertenaga surya mereka harus menggunakan panel surya yang ukurannya tidak kecil. Karena kapasitas baterai ponsel tiap tahun semakin besar, maka makin besar juga panel surya yang dibutuhkan.

Selain itu, kehidupan manusia yang lebih banyak dihabiskan di dalam ruangan juga mempengaruhi kehadiran ponsel bertenaga surya. Agar panel surya yang ada di ponsel bisa mengisi baterai, kalian harus menghabiskan waktu cukup lama di luar ruangan, meski tidak harus di bawah sinar matahari langsung.

Hal ini mungkin bukan masalah besar bagi pengguna ponsel yang tinggal di negara yang mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Untuk mereka yang tinggal di Bumi belahan utara dan kesulitan mendapatkan sinar matahari saat musim dingin tentu jadi tantangan tersendiri.

Selain itu saat kita berada di luar rumah, ponsel yang dibawa juga pasti disimpan di tas atau saku celana. Artinya jika ingin merasakan manfaat tenaga surya saat mengisi ulang baterai ponsel, kita harus mengubah perilaku sehari-hari.

(vmp/fay)