Linux Cina Bakal Nurut Standar
- detikInet
Jakarta -
Varian sistem operasi Linux yang dikembangkan di Cina bakal menuruti standar internasional. Pasalnya, lab sertifikasi Linux telah didirikan di Negeri Tirai Bambu itu. Standar yang akan digunakan berbasis Linux Standard Base (LSB). Yaitu standar yang dikelola oleh badan nirlaba Free Standards Group (FSG). Menurut Free Standards Group, Cina adalah negara pertama di luar Amerika Serikat (AS) yang mempunyai laboratorium sertifikasi ini. Nantinya lab di Cina akan dikelola oleh FSG dan China Electronics Standardization Institute (Cesi).Pemerintah Cina sendiri yang mendatangi Free Standard Groups (FSG) untuk bekerjasama membangun laboratorium ini. "Cina ingin mengadopsi standar kami sebagai standar nasional mereka. Sertifikasi lokal memang diperlukan oleh Cina, karena mereka harus menerjemahkan materi yang ada ke bahasa lokal", kata Marketing director FSG, Amanda McPherson, seperti dikutip detikinet dari Silicon.com, Rabu (18/01/2006).Langkah tersebut dianggap McPherson sebagai hal yang baik. Terutama, ujarnya, untuk memelihara keseragaman standar Linux di seluruh penjuru dunia.Han Jun Deputi Menteri Industri Informasi Cina, menyatakan bahwa standar dan teknologi adalah kunci dari industri teknologi informasi di Cina. Dengan berpartisipasi dalam Linux Standards Base, Han Jun berharap perkembangan TI di Cina juga akan meningkat.Pemerintahan Cina saat ini merupakan salah satu pendukung terbesar Linux di dunia. Rencananya dalam waktu dekat 140.000 komputer berbasis Linux akan disebarluaskan pemerintah Cina ke sekolah-sekolah di propinsi Jiangsu. (amz/wsh)
(wicak/)