Pengguna iPhone Tak Peduli dengan 5G

Pengguna iPhone Tak Peduli dengan 5G

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 01 Okt 2020 10:46 WIB
A demonstration of the newly released Apple products is seen following the product launch event at the Steve Jobs Theater in Cupertino, California, U.S. September 12, 2018. REUTERS/Stephen Lam
Pengguna iPhone Tak Peduli dengan 5G. Foto: Stephen Lam/Reuters
Jakarta -

Salah satu fitur iPhone 12 yang akan diluncurkan adalah adanya dukungan konektivitas 5G. Sejumlah analis percaya, fitur ini akan berdampak besar membantu meningkatkan penjualan Apple. Nyatanya, pengguna gadget Apple sepertinya tidak terlalu peduli tuh.

Menurut survei oleh Decluttr yang melibatkan 1.750 orang dewasa AS, 53% responden mengindikasikan bahwa mereka berencana membeli iPhone 2020. Meski isu terkait jaringan 5G ramai dibahas, nyatanya 42% dari mereka yang berencana membeli iPhone baru tidak tahu kalau iPhone terbaru akan dibekali konektivitas 5G.

Menariknya lagi, 28% pengguna iPhone mengira perangkat yang mereka pakai saat ini sudah berkemampuan 5G. Sebanyak 16% mereka percaya ponsel iPhone mereka kompatibel dengan jaringan 6G yang sama sekali belum hadir.

"Saat ditanya alasan mereka upgrade ke iPhone terbaru, sebanyak 32% karena kebetulan membutuhkan upgrade atau operator telekomunikasi yang mereka gunakan kebetulan menawarkan opsi untuk itu," kata CMO Decluttr Liam Howley seperti dikutip dari Ubergizmo, Kamis (1/10/2020).

Untuk urusan upgrade, pengguna smartphone biasanya membeli ponsel baru setiap satu (24%) hingga dua tahun (22%). Namun, upgrade sering kali dilakukan pengguna semata-mata karena kebutuhan ketimbang kebutuhan akan fitur baru yang inovatif. Mereka akan upgrade saat ponsel rusak (48%), ketika ponsel rusak tidak dapat diperbaiki (41%), atau ketika perangkatnya dianggap sudah memenuhi syarat untuk upgrade (37%),

"Konon, sebagian besar pengguna tidak terlalu berminat pada teknologi terbaru yang sebenarnya mereka bayar mahal," kata Howley.

Sebagian besar, orang AS puas dengan teknologi yang sudah mereka miliki dan tidak ingin mengikuti perkembangan terbaru (69%). Sebanyak 64% setuju bahwa mereka tidak menganggap model yang lebih baru terlihat berbeda secara mencolok dari versi yang lama. Namun, terlepas dari sikap apatis sebagian besar orang, banyak orang AS mengeluarkan uang berlebihan karena budaya upgrade yang meluas.

Studi Decluttr menyebutkan ponsel rata-rata menurun 40% nilainya hanya dalam bulan pertama peluncurannya, kemudian turun lagi menjadi 51% di akhir bulan ke 12.

"Bagi konsumen Apple yang tidak ingin membeli perangkat terbaru, ada perbedaan keuangan yang signifikan. Misalnya, Anda dapat membeli iPhone 11 Pro rekondisi yang sekarang harganya USD 750. Saat diluncurkan kurang dari setahun yang lalu, harganya lebih mahal USD 250," terang Howley.

"Ponsel baru kehilangan nilai dengan cepat dalam beberapa minggu setelah peluncurannya, dan baru akan stabil setelah sekitar 6 bulan di pasar. Bagi mereka yang tidak melihat banyak perbedaan dalam hal fitur, tampaknya lebih memilih opsi berdasarkan pertimbangan finansial yang lebih cerdas untuk memilih model yang sedikit lebih lama, atau menunggu sampai perangkat baru tersebut dipasarkan lebih lama," tutupnya.



Simak Video "Bocoran iPhone 12 yang Siap Meluncur Malam Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)