Video Game Bisa Dukung Pendidikan
- detikInet
Jakarta -
Electronic Arts (EA) dan NESTA (National Endowment for Science, Technology and the Arts) Futurelabs mengumumkan hasil jajak pendapat MORI (Market & Opinion Research International) untuk proyek Teaching with Games. Menurut hasil survei, hampir 60 persen tenaga pengajar di Inggris sepakat menggunakan video game untuk mendukung pendidikan.Survei tersebut diadakan pada akhir November silam dengan mengambil sampel 1000 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Inggris. Meski selama ini banyak ketakutan yang muncul dari efek negatif video game, survei tersebut justru menemukan hal lain. Para responden berpendapat mereka menemukan banyak hal positif yang bisa diperoleh dari video game. 59 persen responden mengaku akan mempertimbangkan penggunaan video game dalam pendidikan.Dari 59 persen tersebut, 53 persennya diantaranya mengatakan game interaktif akan mampu membantu memotivasi anak didiknya.Dengan bermain game, 91 persen responden percaya anak-anak mereka dapat mengembangkan kemampuan motoriknya. Dan 60 persen diantaranya mengatakan gamer dapat mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih baik serta mendapatkan pengetahuan yang lebih spesifik."Kami telah lama percaya, game komputer interaktif memiliki kemampuan untuk membantu tenaga pengajar dan anak didik. Teaching with Games menandai pentingnya kolaborasi sektor industri dan pendidikan untuk menunjukkan bagaimana game bisa membantu proses pembelajaran," ujar Calus Due, Manajer Pengembagan Pasar EA Eropa.Seperti dikutip detikinet dari Gamesindustry Senin (16/1/2006), hampir sepertiga responden telah memakai game dalam pendidikan. Tetapi hampir dua pertiga responden menunjukkan rasa enggan, karena mereka merasa game dapat memicu anak-anak menjadi bersikap anti sosial serta memiliki pandangan sterotip. Kurangnya bukti nyata keuntungan menggunakan video game serta kurangnya sumber yang sesuai juga dinilai sebagai penghalang potensial penggunaan game di sekolah.Proyek Teaching with Games ditujukan untuk memecahkan masalah ini serta masalah lain dari serangkaian penelitian dan praktek percobaan. Selain itu, proyek ini bertujuan untuk memaksimalkan kegunaan game "The Sims 2", "Rollercoaster Tycoon 3" serta "Knights of Honor".Menurut Profesor University of Bristol dan Pemimpin Futures Group Angela McFarlane, kita perlu mengetahui dimana, dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan game sebagai pendukung pendidikan. (oyd)
(ien/)