HP BlackBerry Baru Diprediksi Tak Laku, Kenapa?

HP BlackBerry Baru Diprediksi Tak Laku, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 28 Sep 2020 17:53 WIB
Seorang model menunjukkan Blackberry Classic saat peluncuran di Jakarta, Rabu (25/3/2015). Blackberry ini menggunakan jaringan 4G LTE dijual dengan harga Rp 5.599.000.
Ponsel BlackBeery Classic. (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Smartphone BlackBerry versi baru sedang digarap dalam kemitraan perusahaan OnwardMobility yang berbasis di Texas dengan BlackBerry dan FIH Mobile dan akan dirilis tahun depan. Akankah ponsel itu bakal diburu atau sebaliknya, sambutannya adem ayem?

Pecinta BlackBerry memang masih cukup banyak, mereka yang senang menggunakannya di masa silam. Ponsel BlackBerry ini juga mengusung keunggulannya di masa silam, yaitu keyboard fisik dan keamanan tinggi. Selain itu dipastikan mengusung konektivitas 5G.

"Perlu untuk mengkombinasikan yang terbaik dari masa silam dan nostalgia yang ada, dengan inovasi masa kini dan melakukan hal itu adalah krusial bagi kami," sebut CEO OnwardMobility, Peter Franklin.

Namun demikian, situasi sudah jauh berbeda. Ponsel BlackBerry banyak dianggap telah menjadi masa lalu, masa sekarang adalah era iPhone dan ponsel Android merek lain. BlackBerry memang akan memakai Android, tapi tetap saja banyak yang akan mengasosiasikannya sebagai BlackBerry seperti di masa silam.

"Handset ini memang menarik tapi seberapa banyak orang pada saat ini yang akan kembali ke BlackBerry? Saya pikir takkan sebanyak yang dipikir. iPhone dan Google dan semua ponsel saat ini sudah kompetitif," cetus Cole Kachur, pengamat dari Scotia Wealth.

Ponsel aman yang dulu identik dengan BlackBerry pun sudah tidak begitu realitasnya sekarang. Software Samsung Knox misalnya, ataupun ekosistem Apple yang semakin kuat dan aman, sudah umum digunakan oleh enterprise. "Knox sudah sangat canggih sekarang," kata analis dari biro riset Canalys, Ben Stanton.

Ponsel baru BlackBerry, dengan keyboard fisik, jelas mencoba mengetengahkan nostalgia dan membuat perbedaan di tengah bentuk smartphone yang beragam. Masalahnya, form factor ala BlackBerry memang sudah ditinggalkan, tidak familiar.

"TCL bagus saat sebelumnya membuat ponsel BlackBerry. Build quality-nya kokoh. Mereka tidak gagal karena mengecewakan orang, tapi gagal karena pasarnya tidak ada," kata Ivan Donn, mantan konsultan BlackBerry.

Adapun 5G memang fitur yang menarik. Masalahnya adalah pada tahun 2021 saat versi baru BlackBerry hadir, kemungkinan sudah banyak pula smartphone 5G lain yang lalu lalang di pasaran.

Namun demikian, belum tentu prediksi BlackBerry baru tidak begitu laku benar. Sampai sekarang pun masih ada yang cinta pada ponsel tersebut dan tentunya, kabar BlackBerry akan kembali dipasarkan merupakan berita gembira bagi mereka.

"Saya ingin lebih banyak informasi dirilis soal BlackBerry baru. Saya benar-benar ingin tahu, saya pakai 10 tahun. Saya kira mereka sudah tamat. (Kabar) ini adalah info terbaik di 2020 bagi saya," tulis seorang fans BlackBerry di forum Reddit.



Simak Video "CEO BlackBerry Tak Izinkan Karyawannya Beli Ponsel Layar Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)