Dominasi Gamer Online Kalahkan Pengguna Internet
- detikInet
Jakarta -
Jumlah gamer online di Cina melonjak pesat tahun lalu. Bahkan jumlahnya tercatat dua kali lipat melebihi total jumlah pengguna internet. Hal ini diungkapkan General Administration of Press and Publication (GAPP) dan kantor peneliti International Data Corporation (IDC) Amerika.Menurut Wakil Direktur Umum Audio dan Visual, Elektronik dan Publikasi Internet GAPP Kou Xiaowei, pada 2005 lalu terdapat 26,34 juta orang yang bermain game online. Jumlah tersebut meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya.Angka pertumbuhan tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan total pertumbuhan pengguna internet yang hanya sebesar 18,4 persen. Hingga akhir Juni 2005, Cina memiliki 103 juta 'netizen'. Sebagai informasi netizen merupakan seseorang yang terlibat dalam komunitas online.Tahun lalu saja, pertumbuhan gamer online ini mampu menyumbangkan pendapatan 3,77 miliar yuan (1 yuan = Rp 1.157, sumber: xe.com) ke industri game. Padahal pada 2004 pendapatan yang diperoleh hanya sebesar 2,46 miliar yuan. Pertumbuhan gamer tersebut pun turut mensejahterakan indusri lain. Misalnya industri telekomunikasi dan teknologi informasi yang kebagian jatah pendapatan sebanyak 24,5 miliar yuan, serta industri media dan publikasi yang dilaporkan berhasil mengeruk keuntungan sebesar 3,71 miliar yuan dari game online.Menurut Chief Executive Officer NetEase.com, Ding Lei, perusahaannya mampu meraup pendapatan hingga 1 miliar yuan dari Massively Multiplayer Online Role-Playing Game (MMORPG)."Bagi industri game, perubahan yang mencolok terjadi pada tahun lalu," ujar Kou seperti dikutip detikinet dari Xinhuanet Jumat (13/1/2006) .Pada 2005, perusahaan game domestik juga semakin banyak dengan pangsa pasar mencapai 60 persen. Sebelumnya, hanya ada 73 perusahaan pada 2004. Sedangkan pada 2005 jumlah tersebut meningkat menjadi 120 perusahaan.Demikian pula dengan jumlah judul game. Pertumbuhan game-game baru naik dari 109 judul menjadi 192 judul. Dengan banyaknya perusahaan di pasaran, kompetisi industri game dipastikan akan semakin ketat."Kompetisi industri ini lebih keras daripada yang dibayangkan. Saat ini tantangannya adalah model pendaftaran tradisional, " ujar Zhao Xiaoming, Pemimpin 17Game.Xiaoming mengatakan para operator game harus membuat model bisnis terbaru, terutama untuk pendaftaran.
(ien/)