Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hasil Survei OSDL
Linux Dipilih Karena Ikut-Ikutan Pesaing
Hasil Survei OSDL

Linux Dipilih Karena Ikut-Ikutan Pesaing


- detikInet

Jakarta - Open Source Development Labs (OSDL) rampung menggelar survei terhadap 3.300 pengguna Linux. Salah satu hasilnya, LInux dipilih bukan karena biaya atau keamanan tapi karena 'pesaing kami telah menggunakannya'. Survei tersebut digelar oleh kelompok kerja Desktop Linux di OSDL selama satu bulan. Intinya, survei itu berusaha mencari tahu hal-hal apa yang mendorong adopsi Linux di desktop dan hal-hal apa yang menghambatnya. Seperti diberitakan Ziff Davis, yang dikutip detikinet Rabu (30/11/2005), ternyata ada hasil yang cukup mengejutkan. "Apa yang paling mengejutkan bagi kami mungkin adalah dua alasan utama memilih Linux untuk desktop," ujar Dave Rosenberg, salah satu analis penting di OSDL. Selama ini, atau setidaknya di awal-awal pertumbuhan Linux, pilihan pada Linux di desktop umumnya diambil karena Linux dianggap lebih aman, atau biayanya lebih murah. "Ternyata bukan TCO (total cost of ownership, atau kemananan, atau ketiadaaan biaya lisensi. Adalah 'permintaan dari karyawan' dan karena 'pesaing kami sudah lebih dulu menggunakannya' yang menjadi pilihan utama," ujar Rosenberg. John Cherry, manajer inisiatif Linux Desktop untuk OSDL, mengatakan bahwa memang sudah terjadi perubahan. "Satu atau dua tahun lalu, mungkin hasilnya akan sangat berbeda. TCoOdan biaya lisensi gratis akan berada di atas, dengan keamanan menyusul di tempat ketiga," ujar Cherry. Cherry menyebut terjadinya perubahan persepsi besar terhadap Linux. Bahwa Linux, menurut Cherry, telah merasuk ke ranah enterprise. "Karena Linux bisa berjalan dengan baik, bukan hanya karena lebih cost-effective," tutur Cherry.Butuh E-mail dan Aplikasi LainHasil survei itu juga menyebutkan bahwa aplikasi paling kritis untuk suksesnya Linux di desktop adalah e-mail. Kemudian disusul oleh aplikasi kerja kantoran (office suites) dan penjelajah situs web (browser). "Itu mungkin terjadi karena e-mail adalah aplikasi killer sesungguhnya, tak peduli apa platform-nya," tutur Rosenberg. Selain itu, Rosenberg mengakui bahwa Linux masih butuh lebih banyak aplikasi e-mail yang berkualitas.Sejauh ini baru Evolution, dari Novell, yang banyak dianggap sebagai aplikasi e-mail kelas bisnis untuk Linux. Hal itu karena Evolution mencakup fitur kalender dan buku alamat 'berkelompok'.Alasan utama pengguna belum beralih ke Linux, menurut hasil survei itu, adalah kurangnya dukungan untuk aplikasi non-Open Source. Secara khusus disebutkan aplikasi Photoshop, PageMaker, AutoCAD, dan Quicken yang dinanti-nantikan pengguna di Linux. Isu 'panas' lainnya adalah dukungan untuk driver perangkat. Secara khusus disebut-sebut perangkat berbasis USB (seperti Flashdrive) dan printer jaringan sebagai hal-hal yang perlu diperbaiki.OSDL adalah organisasi yang mendukung perkembangan aplikasi Open Source dan inisiatif-inisiatif pengembangan Linux. Organisasi ini juga menjadi 'rumah' bagi Linus Torvalds, pembuat kernel Linux pertama. (Analisis lengkap survei, beserta hasilnya, bisa dilihat di bagian Files milis detikINET) (wicak/)





Hide Ads