Kamis, 06 Feb 2020 17:01 WIB

Corona Paksa Perakit iPhone Setop Produksi

Anggoro Suryo Jati - detikInet
HANOVER, GERMANY - MARCH 04:  The stand of Taiwanese electonics giant Foxconn promotes green and energy saving business practice at the CeBIT technology fair on the first day the fair opened to the public on March 4, 2008 in Hanover, Germany. CeBIT, the worlds largest technology trade fair, will run from March 4-9.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images) Ilustrasi Foxconn. Foto: Getty Images
Jakarta -

Foxconn sempat sesumbar kalau virus corona tak akan berdampak pada produksi iPhone, namun laporan terbaru menyatakan sebaliknya.

Dilansir dari Reuters, Kamis (6/2/2020), Foxconn dipaksa pemerintah China untuk menyetop hampir semua fasilitas produksinya di China. Penyetopan itu, menurut instruksi pemerintah China, setidaknya akan dilakukan sampai 10 Februari.

Namun bisa saja pemerintah China memperpanjang durasi penyetopan produksinya, dan produksi iPhone dipastikan akan terdampak cukup besar jika hal itu terjadi. Sumber yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa hal itulah yang ditakutkan akan terjadi.

"Yang kami takutkan adalah penundaan tambahan selama seminggu atau bahkan sebulan lagi. Dampaknya akan besar. Dipastikan lini produksi Apple akan terdampak. Semua tergantung dari instruksi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat," ujar sumber tersebut.

Sebagai langkah penanggulangan, Foxconn saat ini sudah mulai menyebar proses produksi dari pabriknya di China ke pabriknya di negara lain, seperti Vietnam, India, dan Meksiko.

Sebelumnya analis Ming-Chi Kuo sudah memprediksikan pengapalan iPhone akan menurun 10% pada Q1 2020, yang disebabkan oleh virus corona. Sementara Apple juga sudah memutuskan untuk menutup semua toko, kantor korporat, dan contact center mereka di China mulai 9 Februari mendatang.



Simak Video "Virus Corona Bikin Pendapatan Apple Menurun"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)