Sabtu, 11 Jan 2020 16:15 WIB

Google Diminta Tendang Aplikasi 'Sampah' di Android

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi. Foto: Unspslah Ilustrasi. Foto: Unspslah
Jakarta - Masih banyak ponsel Android mengandung bloatware, aplikasi yang ditanamkan sebelum dijual ke pembeli. Beberapa pihak tak suka dengan bloatware, termasuk puluhan kelompok privasi ini yang meminta Google bertindak.

Malah ada yang menyebut bloatware adalah aplikasi sampah lantaran biasanya tidak banyak berguna dan membebani sistem. Nah, lebih dari 50 grup privasi bergabung menyatukan suara untuk menentang bloatware, terutama karena alasan keamanan.

"Orang-orang tidak seharusnya menukar privasi dan sekuriti untuk akses pada smartphone," tulis Privacy International yang berbasis di Inggris, dikutip detikINET dari PC Mag.


Mereka bersama kelompok privasi lain seperti American Civil Liberties Union melayangkan surat terbuka pada CEO Google, Sundar Pichai. Intinya, SUndar diminta menangkal bloatware yang sering ada di ponsel Android menengah ke bawah.

Sisi lain bloatware adalah bisa dibuat dengan permisi khusus sehingga dapat diberi akses yang lebih besar di ponsel Android dibanding aplikasi yang diunduh dari Play Store.

"Artinya izin termasuk akses ke mikrofon, kamera dan lokasi tidak memicu peringatan keamanan Android standar. User jadi tidak tahu soal penyusupan serius itu," tulis mereka.

Google diminta memberikan opsi pada semua pengguna Android untuk menghapus bloatware apapun. Selain itu, aplikasi bloatware disarankan disaring dengan cara yang sama seperti yang diterapkan pada aplikasi Android di Play Store.



Simak Video "OPPO hingga Samsung Bisa Nikmati Android 10"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)