Cuekin Ponsel Murah, Samsung Kena Batunya
- detikInet
Jakarta -
Selama 1-2 tahun terakhir Samsung rupanya kurang memperhatikan kalangan bawah. Akibatnya, di Indonesia, posisi raksasa korea itu pun melorot. Bulan depan, senjata rahasia disiapkan.Pada kwartal tiga 2005, Samsung adalah satu-satunya perusahaan di kalangan lima besar produsen ponsel dunia yang mengalami kerugian. Demikian dikutip detikinet dari Reuters, Selasa 22/11/2005). Di Indonesia posisi Samsung pun mengalami kemelorotan. Setelah bertengger di posisi dua pada 2004, tahun 2005 Samsung cukup puas duduk di nomor empat penjualan ponsel di Indonesia. Hal itu diakui Samsung sebagai akibat kurangnya produk ponsel mereka untuk kalangan bawah. Artinya ponsel-ponsel low-end dengan harga relatif murah. Terutama yang di bawah Rp 1 juta."Tahun ini, secara kuantitas, Samsung turun ke peringkat empat dari peringkat dua tahun lalu," ujar Presiden Direktur PT Samsung Electronics Indonesia, Lee Kang Hyun, kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/11/2005). Hal itu menurut Lee dikarenakan para pesaing Samsung, seperti Motorola dan Sony Ericsson, banyak membanjiri pasar dengan produk low-end seharga di bawah Rp 1 juta. Samsung pun menyiapkan 'senjata rahasia'. "Selama 1-2 tahun yang lalu, Samsung tidak punya ponsel low-end di bawah 1 juta. Tidak seperti Motorola dan SonyEriccsson. Oleh sebab itu bulan depan (Desember 2005-red) kami akan meluncurkan tiga ponsel baru yang harganya di bawah Rp 1 juta," Lee melanjutkan. Lee tak merinci jenis ponsel apa saja yang akan diluncurkan Desember mendatang. Sedangkan Senin (21/11/2005) Samsung telah meluncurkan empat jenis ponsel, yakni SGH D-600, SGH E760, GH E-350 dan SGH x620.Dengan akan diluncurkannya ponsel low-end, Lee Kang Hyun berharap tahun 2006 Samsung bisa menembus peringkat dua kembali. Menurut Lee 75 persen pasar ponsel di Indonesia dikuasai kalangan menengah ke bawah. Untuk ponsel seharga 1 juta ke bawah, menguasai pasar sekitar 50 persen. Sedangkan popnsel middle-up menguasai 25 persen sisanya. Dengan komposisi, 6-12 persen di sektor high-end, serta kurang lebih 13 persen di midrange. Secara global, menurut Lee, pangsa pasar ponsel masih dikuasai oleh Nokia. Kemudian berturut-turut Motorola, Samsung, LG, dan Sony Ericsson. Untuk memantapkan penetrasinya, Samsung akan mengalokasikan investasi sebesar 10 persen, dari total pengeluaran, untuk biaya riset dan pengembangan. Di Indonesia, produk Samsung didistribusikan oleh tiga distributor lokal. Yaitu, PT Sarindo Nusa Pratama, PT Star Mobile Gemilang, dan PT Teletama Artha Mandiri.
(wicak/)