Rabu, 16 Okt 2019 18:34 WIB

Penjualan Laptop Tipis Masih Bisa Berkembang

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta - Acer punya alasan tersendiri untuk kembali merilis lini Swift di Indonesia. Yaitu pasar untuk laptop tipis dan ringan masih bisa terus berkembang.

Hal ini diutarakan Theresia Hanydawati, Head of Consumer Product Acer Indonesia, dalam acara peluncuran jajaran laptop terbaru mereka. Menurutnya, saat ini pangsa pasar laptop Thin and Light baru sekitar 30% dari total pasar laptop.

"Menurut survei pasar, dari tahun lalu ke Juli tahun ini, ada peningkatan signifikan (untuk laptop Thin and Light-red), naik dua kali lipat," ujar Theresia.

Ditambahkannya, karena pangsa pasar laptop jenis ini baru 30% dari total pasar laptop, maka laptop jenis ini masih mempunyai kesempatan untuk tumbuh lebih besar penjualannya. Acer sendiri pertama merilis seri Swift pada 2016, tepatnya di ajang IFA 2016.


Untuk seri Swift yang dirilis pada 2019 ini, Acer menggunakan prosesor Intel Core generasi ke-10 yang berkode Ice Lake. Acer mengklaim Swift 5 ini sebagai laptop paling ringan (990 gram) yang menggunakan dedicated graphic, yaitu Nvidia GeForce MX250, yang menemani GPU Iris Plus yang ada di prosesor Intel-nya.

Theresia pun menambahkan kalau saat ini jajaran laptop anyarnya ini dirilis untuk memenuhi kebutuhan konsumen terkait produktivitas dan gaya hidup. Jadi pada konsumen membutuhkan laptop yang nyaman untuk digunakan dalam mobilitas yang tinggi.

Meski begitu, Acer tak melupakan pengguna desktop karena mereka menganggap pasar untuk kelas perangkat ini tetap ada. "Jadi selama pasar masih membutuhkan, Acer akan tetap merilis perangkat desktop," tutup Theresia.

Simak Video "Deretan Laptop Anyar Acer yang Ringan dan Super Tipis"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)