Selasa, 08 Okt 2019 11:39 WIB

Ponsel Android Kini Wajib Pakai Charger USB-C PD

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi charger. Foto: Toyota Astra Motor Ilustrasi charger. Foto: Toyota Astra Motor
Jakarta - Google membuat panduan untuk para pembuat ponsel Android, dan perubahan yang paling terlihat adalah kewajiban untuk penggunaan standardisasi charger Power Delivery melalui USB-C (USB-C PD).

Sebagai informasi, USB-C PD adalah sebuah standar terbuka yang membolehkan pengisian baterai secara cepat melalui USB-C. Namun meski sudah dibuat standarnya, banyak pabrikan yang memodifikasi standar tersebut sesuai keinginannya.

Contohnya Warp Charge milik OnePlus, VOOC milik Oppo, atau Fast Charge milik Samsung, dan bermacam nama lain yang digunakan oleh para pabrikan ponsel. Ditambah lagi adanya standardisasi Quick Charge milik Qualcomm.

Alhasil untuk bisa mendapatkan kecepatan pengisian daya sesuai yang diklaim, pengguna harus menggunakan charger -- dan bahkan kabel -- yang ada di paket penjualan ponsel, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (8/10/2019).


Sebelumnya, Google juga sudah menyinggung perihal standardisasi charger ini saat mereka merilis Android 7 Nougat. Saat itu Google menyebut suatu hari nanti mereka akan mewajibkan penggunaan USB-C di semua ponsel Android.

Perubahan besar lain dalam panduan tersebut adalah kewajiban memasukkan Digital Wellbeing ke dalam ponsel Android. Digital Wellbeing adalah fitur Android 9 Pie yang bisa memantau penggunaan setiap aplikasi dan notifikasi, mengatur warna layar untuk mengurangi kelelahan pada mata, dan lainnya, termasuk aplikasi Family Link.

Berdasarkan dokumen berisi panduan tersebut, pembuat ponsel dan tablet Android harus mengimplementasikan fitur-fitur tersebut ke dalam perangkat buatannya yang menggunakan Android 9 dan 10. Begitu juga untuk perangkat yang diperbarui OS-nya setelah 3 September.

Namun Google juga tak terlalu saklek akan aturannya ini. Pabrikan bisa menggunakan aplikasi dan fitur lain asalkan mempunyai fitur yang sama dengan Digital Wellbeing dan Family Link.

Simak Video "Google Pengin Lebih Banyak Pekerjakan Karyawan Perempuan "
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)