Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Google Akan Suntik SDM untuk OpenOffice

Google Akan Suntik SDM untuk OpenOffice


- detikInet

Jakarta - Google berencana memperbaiki aplikasi OpenOffice dengan mempekerjakan pengembang piranti lunak. Bukan sekadar unjuk dukungan pada Open Source, ada niat bisnis juga di balik itu. OpenOffice adalah aplikasi pengolah dokumen sejenis dengan Microsoft Office. Proyek Open Source ini berakar dari produk StarOffice besutan Sun Microsystem. Belakangan persaingan OpenOffice vs Microsoft Office memang semakin tajam. Google, seperti dikatakan manajer Open Source Google Chris DiBona, yakin bisa melakukan perbaikan terhadap aplikasi tersebut. Beberapa kelemahan yang disebut DiBona termasuk kebutuhan memori komputer yang besar dan ukuran file yang besar (80 megabyte). "Kami ingin mempekerjakan beberapa orang untuk membantu OpenOffice menjadi lebih baik," tutur DiBona kepada Cnet yang dikutip detikinet, Selasa (01/11/2005). Selama ini Google telah cukup banyak menunjukkan kesukaannya pada proyek Open Source. Kebanyakan programmer di Google juga berasal dari Open Source. Hal itu, ujar DiBona, membuat sebuah proyek Open Source tak akan menjadi hal aneh. Namun, tetap ada unsur bisnis di balik langkah tersebut. "Kami banyak menggunakan piranti lunak Open Source di Google. Kami ingin memastikan bahwa komunitas ini tetap sehat. Kami juga ingin Open Source memiliki kemampuan bersaing di industri," DiBona menjelaskan. Masih dari sisi bisnis, OpenOffice adalah sebuah produk yang bersaing langsung dengan Microsoft. Sedangkan Bill Gates, pendiri Microsoft, telah menyebut Google sebagai pesaingnya. Tak bisa dipungkiri niatan Google menyuntik Sumber Daya Manusia (SDM) ke OpenOffice berpengaruh pada persaingan dengan Microsoft. Meski begitu, DiBona agaknya enggan menyeret-nyeret perkara OpenOffice ke persaingan Google dengan Microsoft. "Kami memang sedang mencari cara untuk bekerjasama dengan Sun dan membantu pengguna. Ini (OpenOffice-red) adalah tempat yang bagus untuk menyalurkan sumber daya," ujarnya. Google dan Sun di awal Oktober 2005 telah menandatangani kerjasama. Namun ketika itu CEO Google Eric Schmidt hanya mengatakan akan membantu memperluas distribusi OpenOffice. Belum lama ini OpenOffice mendapat sorotan publik karena telah mencapai versi 2.0. Versi terbaru itu memiliki antar muka yang lebih baik dan fitur-fitur baru. Selain itu, OpenOffice juga mendukung format Open Document. Format itu digembar-gemborkan bisa membebaskan pengguna dari 'belenggu' format Microsoft seperti .doc, .ppt, dan .xls. (wicak/)




Hide Ads