Setelah gertakan ultimatum 48 jam untuk Iran, Presiden AS Donald Trump melunak sendiri. Netizen dunia kompak menyindir TACO Tuesday. Apa itu?
Apa sih itu Taco Tuesday? Dihimpun detikINET dari USA Today, Selasa (24/3/2026) Taco Tuesday terdengar seperti iklan promosi makanan Taco. Namun, ini adalah singkatan untuk Trump Always Chicken Out (Trump selalu pengecut).
Istilah ini sudah ada sejak Mei 2025, dibakukan oleh kolumnis Financial Times, Robert Amstrong untuk menggambarkan tingkah polah Trump yang suka melempar ancaman. Namun beberapa hari kemudian, Trump menciut setelah melihat reaksi negatif dari pasar. TACO Tuesday menjadi momen pemain saham untuk cari untung dalam waktu singkat, karena omongan Trump membuat pasar saham jadi limbung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang terbaru adalah ancaman Trump terhadap Iran. Trump memberi waktu 48 jam kepada Iran untuk buka selat yang krusial bagi ekonomi dunia itu atau listrik Teheran akan padam. Menjelang 48 jam, lagi-lagi Trump menciut. Ancamannya tidak jadi dan bilang sedang ada dialog dengan Iran.
Ledekan TACO Tuesday pun menggema di media sosial dari netizen Amerika dan netizen dunia yang sudah tahu istilah ini. Menurut mereka, Trump tidak bisa dipegang ucapannya, cuma gertak sambal, atau buat orang Indonesia akrab dengan istilah omon-omon. Inilah beberapa komentar netizen di X dan Threads:
"Sudah jelas ini TACO time lagi. Itulah, Trump Always Chickens Out. Dan pagi ini, Trump menarik diri dari ancamannya untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran," kata @dickbrass.
"Aman untuk bilang besok Taco Tuesday. Iran bantah ada pembicaraan dengan AS setelah Trump tunda serangan ke pembangkit listrik," kata @johnexpos_, sebagai informasi, di Amerika sekarang masih hari Senin malam.
"Kabar baik? Trump melakukan TACO, lagi-lagi. Kabar buruk? Dia bohong banget waktu bilang ada pembicaraan produktif dengan rezim Iran," kata @kikkiplanet.
Sebelumnya Trump pada Senin (23/3) mengatakan telah mengadakan percakapan produktif selama akhir pekan. Trump akan menunda serangan militer terhadap pembangkit listrik dan situs energi Iran selama lima hari. Omongan ini berbeda 180 derajat dari ucapan Trump pada Minggu (22/3).
"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
(fay/rns)

