Jumat, 20 Sep 2019 20:30 WIB

Huawei Mate 30 Tanpa Aplikasi Google, Bagaimana Nasibnya?

Rachmatunnisa - detikInet
Screenshot YouTube Huawei Mobile
Jakarta - Huawei Mate 30 dan Mate 30 Pro jadi smartphone flagship pertama yang dirilis Huawei pasca masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat, sehingga dikapalkan tanpa dukungan aplikasi Google.

Pengamat gadget Lucky Sebastian meyakini bahwa akan ada banyak orang yang mengupayakan agar seri Huawei Mate 30 bisa menggunakan layanan Google. Apalagi secara spesifikasi, handset ini menarik. Sayangnya ini hanya berlaku pada kalangan tertentu.

"Fitur kameranya sangat menarik, tapi meyakinkan orang awam untuk mengoprek agar punya layanan Google sepertinya berat. Dan jumlah orang yang bisa ngoprek sedikit," ujarnya.


Ketiadaan aplikasi-aplikasi Google yang biasanya sudah tersedia secara pre-installed di perangkat Android memang bisa diakali dengan terlebih dahulu menginstall Google Play Store dengan cara sideload atau dari sumber pihak ketiga.

"Kalau sudah sideload dan jalan, Google Mobile Service-nya ya bisa seperti biasa. Nah masalahnya konsumen mau pakai pengennya dari awal udah langsung siap kan, karena saat setting awal kita pasti biasanya diminta akun Google," ujarnya.

Masalah lainnya adalah terkait dengan OS Android-nya sendiri. Menurut Lucky, tanpa kerja sama dengan Google, artinya Huawei akan pakai OS Android versi AOSP (Android Open Source Project).

"Kalau dulu saat kerjas ama langsung dengan Google, semua vendor yang bekerja sama termasuk Huawei, akan dapat OS dan patch security terbaru duluan dari Google. Jadi tidak butuh waktu lama untuk menyiapkan security patch atau OS Android baru. Dengan AOSP, (Huawei) harus menunggu release," urainya.

Intinya, hal ini membuat perangkat Huawei nantinya selalu belakangan mendapatkan update untuk menunjang performa dan berbagai fungsi di perangkatnya.

Lalu bagaimana nasib Mate 30 dan Mate 30 Pro? CEO Huawei Richard Yu sebenarnya sudah mempersiapkan, ketika blokir AS berakhir, maka Huawei akan langsung melengkapi seri Mate 30 dengan OS Android lengkap seperti biasanya. Indikasi ini terlihat dari upaya Huawei yang terus melakukan diskusi intensif dengan pihak AS.

"Cara terbaik ya kembali ke OS Android full lagi kalau blokir bisa lepas. Kalau tidak, harapannya hanya di China yang memang tidak butuh Google Mobile Service. Tapi pasar China sendiri meski memang besar, saat ini sudah mulai saturasi," jelasnya.


Jika hasil diskusi antara pihak AS dan Huawei tidak menggembirakan, maka hal ini menurut Lucky tentunya akan berdampak pada penjualan Huawei, terutama di Eropa, pasar di mana Huawei sedang bagus-bagusnya.

"Kemudian ya akan berimbas juga ke pasar negara global lain. Dengan tidak bisa masuk ke AS saja sebenarnya sudah pukulan untuk Huawei, karena AS pasar yang besar," tutupnya.

Simak Video "Huawei Mate 30 Pro Hadir dengan 4 Kamera Belakang"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)