Kamis, 15 Agu 2019 22:00 WIB

Aturan IMEI Bikin Advan Makin Pede

Adi Fida Rahman - detikInet
G2 Pro, ponsel teranyar Advan. (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET) G2 Pro, ponsel teranyar Advan. (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET)
Jakarta - Pemerintah tengah menggodok aturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI). Akan hadirnya aturan IMEI ini bikin Advan makin percaya diri, alias pede, di pasar ponsel Tanah Air.

Demikian disampaikan GM Marketing Advan Aria Wahyudi. Dia mengatakan, saat ini pihaknya tidak hanya harus bersaing dengan produk resmi dari vendor global, melainkan juga ponsel yang tidak ada garansinya atau ponsel black market (BM).




"Ini (beredarnya produk BM) membuat kami semakin tertekan. Tapi bukan hanya kami saja, malah merek-merek besar juga merasakan hal yang sama. Jika kebijakan IMEI dijalankan segera, ya walau prosesnya masih panjang, jelas kami bikin kami confident," kata Aria saat ditemui usai peluncuran Advan G2 Pro di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Kepercayaan diri yang semakin meningkat itu nantinya akan membuka peluang bagi Advan untuk mengembangkan pasarnya lebih luas. Salah satunya menghadirkan kembali perangkat-perangkat di kelas Rp 2-3 juta yang saat ini jadi rebutan vendor-vendor global.

"Bisa jadi (masuk ke segmen Rp 2-3 juta). Tapi saya nggak ngomong lho ya... cuma bisa jadi. Tapi jangan dibillang Advan mau mengeluarin ponsel Rp 3 jutaan, waduh... Wah saya langsung pindah ke Detik nanti," pungkas Aria sembari tertawa.






Simak Video "Samsung Sambut Baik Aturan IMEI yang Sedang Disiapkan Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed