Dedengkot Desain Pergi, Wujud iPhone Tak Bagus Lagi?

Dedengkot Desain Pergi, Wujud iPhone Tak Bagus Lagi?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 28 Jun 2019 19:30 WIB
Apple iPhone. Foto: Stephen Lam/Reuters
Jakarta - Apple selama ini bergantung pada Jonathan Ive untuk mendesain banyak produk ikoniknya yang sebagian besar sukses di pasar. Kini dengan hengkangnya Jony Ive, apakah berarti produk Apple di masa depan tak bagus lagi?

Kekhawatiran jelas mengemuka. Buktinya, harga saham Apple terpangkas sekitar USD 8 miliar setelah Ive diumumkan bakal meninggalkan perusahaan.

Ive yang sudah 30 tahun berkarya di Apple, adalah tangan kanan Steve Jobs di masa silam. CEO Apple sekarang, Tim Cook, juga mengandalkannya.


Wajar saja, dari tangan dinginnya, keluar desain iMac, iPod, iPhone, iPad, Apple Watch serta kantor pusat Apple yang didesainnya bersama arsitek Norman Foster. Cook mengakui peran Ive dalam kebangkitan Apple tak terbantahkan.

Namun demikian, bukan berarti Apple tak mampu lagi mendesain iPhone atau Mac dengan baik sepeninggal Ive. Justru mungkin akan ada penyegaran mengingat belakangan, desain iPhone nyaris tak berubah. Dan entah ada pengaruhnya atau tidak, penjualan iPhone pun menurun.

"Pertanyaan besarnya memang, ke depannya, adalah soal inovasi produk selanjutnya di saat salah satu visioner merek Apple telah pergi," sebut Dan Ives, analis di Wedbush Securities.

Ive mungkin meninggalkan jejak desain terakhirnya di iPhone terbaru yang keluar tahun ini. Setelah itu, ia lebih berperan sebagai konsultan Apple melalui perusahaan desain yang didirikannya, LoveFrom.


Meski disesalkan, kepergian Ive malah disambut baik sebagian pihak. Pasalnya dalam sejarahnya, Ive beberapa kali mengalami blunder, misalnya antennagate di iPhone 4 atau mekanisme keyoard butterfly di Mac yang bermasalah. Bisa jadi desain gadget Apple malah lebih baik sesuai ia hengkang.

"Hengkangnya Jony Ive memberikanku harapan tentang adanya era baru di Apple, sehingga bagiku ini adalah kabar baik bagi semua pihak," tulis seorang netizen. (fyk/afr)