Selasa, 25 Jun 2019 12:40 WIB

Huawei Hongmeng Bernasib seperti Android atau Windows Phone?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ponsel Huawei. Foto: fyk Ponsel Huawei. Foto: fyk
Jakarta - Hongmeng, atau yang dikabarkan punya nama global Oak OS, diprediksi menjadi sistem operasi Huawei untuk berupaya menggantikan Android. Bagaimana peluangnya, akankah berhasil seperti yang dialami Android atau justru melempem seperti yang terjadi pada Windows Phone?

Menilik sejarah, Android dulu adalah sistem operasi yang diremehkan. Saat awal kemunculannya, ponsel komersial Android dianggap 'angin lalu' oleh Nokia yang saat itu masih jadi raja ponsel dunia.

"Kami tidak melihatnya sebagai ancaman. Mengumpulkan sejumlah besar orang untuk bersama-sama mengembangkan sebuah ponsel adalah sesuatu yang telah kami lakukan (pada Symbian dan Windows Mobile) sejak bertahun-tahun lalu," ujar juru bicara Nokia saat itu.




"Kedengarannya mereka hanya mengumpulkan beberapa orang untuk membuat ponsel dan kami sudah melakukan itu selama bertahun tahun. Saya tak paham dampak seperti apa yang akan mereka punya," kata Scott Horn, eksekutif Microsoft kala itu.

Seiring waktu berlalu, Android terbukti melesat hingga kini amat dominan. Salah satu faktor yang membuat Android meroket adalah dukungan penuh dari nama besar jagat ponsel semacam Samsung, LG, Motorola, HTC dan kemudian deretan vendor asal China yang muncul belakangan.

Nah, Hongmeng pun berpotensi bernasib sama. Pasalnya, perusahaan top China seperti raksasa teknologi Tencent, dan sejumlah pembuat smartphone seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo dikabarkan ikut membantu kelahiran Hongmeng.




Jika benar demikian, Hongmeng berpotensi jadi pesaing kuat Android. Huawei, Xiaomi, Oppo, dan Vivo, apabila sungguh bersatu mendukung Hongmeng, akan membuat Android kelabakan mengingat mereka semua adalah produsen smartphone top dunia.

"Larangan Amerika bisa berubah jadi ancaman China untuk merusak ekosistem smartphone global dengan menyediakan alternatif software dan layanan Android. Jika Huawei dan pemerintah China dapat memobilisasi vendor China besar lain, maka bisa memukul AS,' sebut Tech Lapse.

Hongmeng pun berpotensi dipakai oleh sepertiga smartphone di dunia seandainya dukungan penuh dari produsen China berada di belakangnya. Namun demikian, tentu potensi kegagalannya pun besar.




Jika Huawei berjalan sendiri, sulit bagi mereka mendobrak kekuasaan Android ataupun iOS. Susah pula mendapatkan dukungan dari developer aplikasi untuk menciptakan ekosistem yang menarik perhatian konsumen.

Bila itu yang berujung realita, Hongmeng mungkin saja bernasib seperti Windows Phone. Sama seperti Huawei, Nokia dulu juga adalah vendor ponsel besar dan mendukung penuh Windows Phone. Sayang, Windows Phone pada akhirnya gagal total dan hilang.




Simak Juga "Apple Ancang-ancang Pindahkan Produksi iPhone dari China":

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed