Senin, 29 Apr 2019 12:37 WIB

Xiaomi Ngaku Belajar dari Samsung dan Vivo, Soal Apa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Toko Xiaomi. Foto: Reuters Toko Xiaomi. Foto: Reuters
Jakarta - Xiaomi mengaku mendapat pelajaran dari para rival di jagat smartphone, seperti Samsung dan Vivo. Hal itu diakui oleh Manu Kumar Jain, Managing Director Xiaomi India.

Soal apa? Rupanya tentang strategi membangun jaringan retail offline. Itu karena Xiaomi lama hanya mengandalkan pemasaran smartphone di jalur online. Saat ini di India dan beberapa negara lain, Xiaomi makin giat mendirikan toko fisik.

"Pada awalnya berat. Kami kurang bisa menjual smartphone secara offline dalam 6 bulan pertama," kisah Manu yang dikutip detikINET dari Economic Times.



"Kami belajar dari brand lain seperti Samsung dan Vivo dalam mengembangkan kehadiran offline kami," tambah dia.

Ekpansi offline itu turut membantu Xiaomi menyalip Samsung sebagai vendor ponsel terbesar di Negeri Gangga. Samsung pun tak tinggal diam dan menyerang balik dengan seri baru Galaxy M serta Galaxy A yang laris manis.

Manu menyatakan Xiaomi punya target mendirikan sampai 10 ribu toko offline di India. Mereka juga berambisi meraih sampai 50% market share di negeri itu pada akhir tahun 2019 ini.



Namun demikian, berjualan secara offline lebih tinggi biayanya ketimbang online. Bagaimana Xiaomi menanggapinya karena margin mereka yang sudah tipis berpotensi semakin tergerus?

"Memang benar menjalankan bisnis offline ongkosnya lebih tinggi dibanding online. Tapi saya yakin bahwa biaya kami menjalankan bisnis offline termasuk yang terendah. Kami hanya punya satu level distribusi," klaim Manu. (fyk/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed