Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Permintaan PC Bekas Lampaui Persediaan

Permintaan PC Bekas Lampaui Persediaan


- detikInet

Jakarta - Permintaan akan komputer murah di kawasan ekonomi berkembang, makin tinggi. Kawasan seperti Eropa Timur, Timur Tengah dan Afrika paling banyak membutuhkan permintaan komputer murah. Hal itu diungkapkan Gartner, lewat penelitian barunya."Permintaan akan PC bekas terus bertambah, melebihi persediaan. Hal ini memberi peluang bagi distributor atau vendor PC bekas," kata kepala analis Gartner Meike Escherich, seperti dikutip detikinet Jumat (30/9/2005) dari Vnunet.Menurut para peneliti, ketersediaan PC bekas juga mengalami peningkatan. Hal ini antara lain disebabkan karena kebijakan daur ulang, yang diberlakukan di beberapa negara. Kebijakan ini menetapkan biaya tertentu yang harus dibayar, jika seseorang ingin berhenti memakai komputernya. Alhasil, membuang PC tua malah akan mengeluarkan uang tambahan.Gartner mengungkap, dari 152,5 juta PC bekas yang dikapalkan tahun lalu, hanya 55 juta yang bisa dipakai kembali. Beberapa negara biasanya Penggunaan PC bekas biasanya dilarang karena alasan lingkungan, tarif impor, biaya transportasi yang tinggi dan harga PC baru yang cenderung murah. Menurut Gartner, hanya satu dari enam komputer bekas yang digunakan kembali, dan biasanya laku di negara berkembang.Sekitar delapan persen komputer yang ada di dunia adalah PC yang sudah pernah dipakai sebelumnya. Untuk tahun 2009 Gartner memperkirakan jumlah PC bekas yang dikirim ke pasaran naik jadi hampir 110 juta.Secara keseluruhan, minat orang terhadap komputer bekas meningkat, karena komputer sekarang lebih tahan lama. Hal ini membuat komputer-komputer yang dianggap uzur di negara barat, dinilai masih bisa dipakai oleh konsumen lain.Sebagai negara berkembang, Indonesia belum memiliki kebijakan mengenai PC bekas. Demikian halnya dengan aturan impor PC bekas. Pemerintah belum memiliki kebijakan, sementara pihak industri belum memiliki kesatuan suara tentang impor PC bekas.Beberapa waktu lalu, Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) menyatakan ketidaksetujuannya jika Indonesia mengimpor PC bekas. Sementara beberapa kalangan menilai, impor PC bekas perlu dilakukan untuk memenuhi target World Summit on Information Society (WSIS). Petemuan tinggi untuk mewujudkan masyarakat informasi itu menargetkan 'setengah dari penduduk dunia sudah melek komputer pada 2015'.Mengenai jumlah PC bekas yang beredar di Indonesia, Apkomindo tidak memiliki datanya. (ketepi/)






Hide Ads
LIVE