Rabu, 27 Mar 2019 18:09 WIB

Merindukan Apple yang Dulu

Fino Yurio Kristo - detikInet
Steve Jobs memegang MacBook Air. Foto: internet Steve Jobs memegang MacBook Air. Foto: internet
Jakarta - Apple belakangan kadang dipertanyakan soal inovasinya yang tak secemerlang dahulu. Belum ada lagi produk semacam iPod dan tentu saja iPhone yang sukses mengubah industri.

"Apa inovasi Apple sekarang? Aku menginginkan sesuatu yang menarik hatiku. Sesuatu yang akan membuatku menunggu seperti orang bodoh di Apple Store malam sebelumnya. Orang-orang sekarang tidak lagi mengantre di depan Apple Store," kata Guy Kawasaki,mantan eksekutif Apple.

"Kita punya iPhone dan iPad yang akan jadi lebih baik. Tapi bukan itu ujian buat Apple. Orang ingin Apple menciptakan kategori baru, bukan versi lebih bagus dari apa yang sudah mereka punya," tandas Guy.




Guy menangani marketing Apple pada tahun 1983 sampai 1987 dan kembali lagi pada 1995 sampai 1997. Dia mengakui Apple sekarang agak kehilangan kemampuan soal inovasi walau bukan berarti perusahaan itu telah gagal.

Apple sepertinya mau memperkuat bisnis layanan dengan meluncurkan Apple TV, Apple News sampai kartu kredit. Mereka juga belum lama ini merilis versi baru iPad Air dan iPad Mini, namun tanpa terobosan berarti.

Guy memaklumi bahwa Apple mulai kesulitan membuat inovasi yang sama baiknya seperti di masa silam. "Sulit buat Apple mengalahkan diri sendiri. Ini merupakan masalah berkualitas tinggi namun begitu sukar," papar dia.




Di sisi lain, layanan baru Apple, meski dianggap bukan terobosan, tetap berpotensi sukses besar. Sebab meski banyak suara miring, sudah sangat sering produk Apple akhirnya berhasil.

"Akankah sukses? Adalah kebodohan untuk berjudi melawan Apple menurut pengalamanku. Mac, iPod, iPhone, iPad dan toko retail. Dalam setiap kasus itu, komentator memprediksi Apple akan gagal. Dalam setiap kasus itu, komentator salah," kata dia.

(fyk/krs)