Senin, 25 Mar 2019 18:39 WIB

Kisah Sedih Penyuplai Layar iPhone dari Jepang

Anggoro Suryo Jati - detikInet
iPhone 6 dan 6 Plus. Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET iPhone 6 dan 6 Plus. Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET
Jakarta - Alkisah pada 2014 lalu, Apple mulai memproduksi iPhone 6 dan 6 Plus yang mempunyai desain berbeda dengan iPhone sebelumnya. Yaitu penggunaan layar LCD yang lebih besar.

Ketika itu, Apple memesan panel layarnya dari Japan Display, dan demi memenuhi pesanan Apple itu, perusahaan asal Jepang tersebut membangun pabrik baru. Untuk membiayai pembangunan tersebut Apple disebut memberikan uang sebanyak USD 1,5 miliar, yang nantinya akan dibayarkan kembali oleh Japan Display -- dengan hitungan tertentu -- melalui panel buatannya.

Namun ternyata pada 2017 Apple memilih untuk menggunakan panel OLED untuk iPhone X, yang kemudian dilanjutkan oleh iPhone XS dan XS Max. Keputusan Apple ini membuat pabrik milik Japan Display tak beroperasi secara penuh karena pesanan panel layar dari Apple tak sebanyak itu.




Apple memang masih mempunyai iPhone XR yang menggunakan panel LCD yang diproduksi oleh Japan Display. Namun penjualan iPhone versi murah itu tak sekuat yang dibayangkan sebelumnya.

Kini Japan Display menjadi tak jelas. Mereka masih berutang ke Apple sebesar USD 1,5 miliar namun kesulitan untuk membayarnya karena pesanan layar dari Apple tak sebanyak yang dibayangkan. Meski begitu, mereka masih menganggap kalau pembangunan pabrik baru itu bukanlah hal yang salah.

"Saat ini, pembangunan pabrik baru itu jelas bukan hal yang diperlukan, namun keputusan itu tak salah pada masa itu (2014). Japan Display mulai dikenal karena Apple, dan Apple menginginkan pabrik baru," ujar seorang sumber yang dikutip Phone Arena, Senin (25/3/2019).




Namun kesalahan lain Japan Display adalah terlambat mengembangkan panel OLED, yang kini menjadi semacam standar untuk ponsel flagship. Sebagai contoh, pada 2015 lalu, 33% panel yang dipakai Huawei dibuat oleh Japan Display. Namun kini angkanya menurun menjadi 4% karena adanya kompetitor semacam BOE Technology dan Tianma Microelectronics yang memproduksi panel OLED.

Japan Display bukanlah satu-satunya perusahaan yang terbuai dengan keuntungan yang dihasilkan oleh iPhone 6. Yaitu perusahaan penyuplai komponen yang memprediksikan akan mendapat keuntungan besar karena tingginya penjualan iPhone 6.

"Kami semua tergiur untuk mendapat keuntungan penjualan seumur hidup dari satu model iPhone yang penjualannya mencapai 100 juta unit. Menyuplai komponen untuk satu model dengan volume penjualan yang masif sangat efisien. Namun di waktu yang sama, kami mengekspos diri kami terhadap risiko volatilitas yang sangat besar," ujar seorang yang bekerja di perusahaan penyuplai komponen Apple.



(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed